Jumat, 03 Juli 2015

PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI



BAB XI


A.  PENDAHULUAN
1.    Latar Belakang
Organisasi adalah suatu sistem sesungguhnya bukanlah hal baru melainkan mempunyai keterkaitan dan saling ketergantungan. Perubahan organisasi pendidikan tanpa kita berusaha memahami bahwa suatu organisasi dipengaruhi dan Mempengaruhi keadaan sekitarnya dengan ini  mudah difahami karena pada dasarnya suatu organisasi hanyalah merupakan suatu bagian dari suatu sistem yang lebih besar yaitu sistem sosial.
Perubahan bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatakan produktifitas organisasi secara keseluruhan akan tetapi dalam kenyataan masing masing pendekatan  masih perlu memberikan perhatian pada satu sistem saja. Tidak jarang dalam perubahan sampai mengorbankan subsistem yang lainnya.
Pengembangan organisasi adalah suatu proses yang dimaksudkan untuk menganalisa dan memcahkan persoalan-persoalan yang terjadi dalam proses organisasi dengan kata lain bahwa organisasi meningkatkan efektifitas dan kemampuannya beradaptasi dengan konndisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah.[1]
Dari uraian yang diatas bahwa organisasi adalah suatu wadah untuk mengembangkan, merubah keadaaan dari yang belum maju menjadi maju, dalam hal ini organisasi harus lebih sering memperhatikan situasi sekarang dan yang akan datang. Maka dari sini pemakalah akan membahas tentang perubahan dan pengembangan organisasi.
2.    Rumusan Masalah
a.    Apa yang dimaksud perubahan organisasi pendidikan ?
b.    Apa faktor perlunya perubahan organisasi pendidikan ?
c.    Apa yang dimaksud pengembangan organisasi pendidikan ?
d.   Apa faktor pengembangan organisasi pendidikan ?
3.    Tujuan Masalah
a.    Mengetahui Perubahan organisasi pendidikan
b.    Mengetahui faktor perlunya perubahan organisasi pendidikan
c.    Mengetahui pengembangan organisasi pendidikan
d.   Mengetahui faktor pengembangan organisasi pendidikan
B.  PEMBAHASAN
1.    Perubahan Organisasi Pendidikan
Perubahan adalah proses alamiah yang suatu ketika harus terjadi baik didasari atau tidak, karena merupakan suatu dinamik. Namun tidak semua perubahan menjadikan kemaslahatan, ada kalanya perubahan menjadikan malapetaka dalam kehidupan organisasi. Setiap perubahan hendaknya mengarah kepada pembaruan, kegiatan pembaruan pendidikan misalnya senantiasa berupaya melakukan pembenahan-pembenahan pendidikan guna mencapai hasil yang lebih baik dari pada sebelumnya, dehingga parameter yang digunakan adalah efektivitas dan efisien.
Perubahan teologis dalam islam. Di dalam Al-Qur’an ditemukan firman Allah yang terkait dengan perubahan ini yaitu pada surah al-Rad : 11 dan Anfal : 53
إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri

ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَأَنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-nya kepada suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah apa yang ada diri mereka. Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.[2]

Menurut Edgar Schein dalam bukunya oraganisational psykologi mengajukan definisi organisasi adalah suatu kegiatan mengadakan koordinasi secara rasional segala kegiatan sejumlah orang dalam rangka pencapaian maksud dan tujuan yang sama melalui pembagian kerja dan fungsi, dan melalui pembagian tingkat hirarkis kekuasaan dan tanggung jawab.[3]
Organisasi adalah suatu sistem sesungguhnya bukanlah hal baru melainkan mempunyai keterkaitan dan saling ketergantungan. Perubahan organisasi pendidikan tanpa kita berusaha memahami bahwa suatu organisasi dipengaruhi dan mempengaruhi keadaan sekitarnya dengan ini  mudah difahami karena pada dasarnya suatu organisasi hanyalah merupakan suatu bagian dari suatu sistem yang lebih besar yaitu sistem sosial. Gejolak dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat sekarang ini sadar atau tidak sangat mempengaruhi kehidupan dari suatu organisasi. Masyarakat sekarang ini mengalami perubahan sistem nilai dan karenanya juga mengalami perubahan perilaku sosial tanpa kita sadari kita juga melihat perubahan pandangan mengenai pendidikan, pekerjaan dll.[4]
Memang benar organisasi tidak pernah statik dan tidak pula bergerak pada kondisi kekosongan tuntutan mewujudkan perubahan dapat timbul dari dua sumber yaitu dari dalam organisasi sendiri dan dari lingkungan  dengan kata lain setiap organisasi harus selalu peka terhadap aspirasi, keinginan, tuntutan dan kebutuhan berbagai kelompok. Dapat diperkirakan berbagai bentuk perubahan dalam mengelola organisasi harus terjadi karena perilaku pesaing kenyataan menunjukkan bahwa pesaing tajam yang terjadi tidak terlalu didasarkan pada pesaingan sehat. [5]
Organisasi sebagai sistem juga memasukkan sumber energi dari lingkungan sekitarnya berupa modal, material, informasi, sumber tenaga manusiawi ( Masukan Input), masukan ini dijadikan hasil produksi melalui proses tranformasi dan untuk selanjutnya diteruskan sebagai suatu keluaran (output) berupa barang atau jasa untuk digunakan pada konsumen. Para konsumen nantinya akan menjadikan umpan balik yang bisa memberikan masukan dalam proses selanjutnya.
Sasaran perubahan bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatakan produktifitas organisasi secara keseluruhan akan tetapi dalam kenyataan masing masing pendekatan  masih perlu memberikan perhatian pada satu sistem saja. Tidak jarang dalam perubahan sampai mengorbankan subsistem yang lainnya.
Sasaran perubahan bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatakan produktifitas organisasi secara keseluruhan akan tetapi dalam kenyataan masing masing pendekatan  masih perlu memberikan perhatian pada satu sistem saja. Tidak jarang dalam perubahan sampai mengorbankan subsistem yang lainnya.
Mengenai perubahan ini, mark hanson mengatakan bahwa setidaknya ada tiga tipe perubahan organisasi yang dapat membedakan dalam literatur yaitu :
a.         Perubahan terencana adalah usaha sadar dan sengaja untuk mengelola kejadia-kejadian yang hasilnya dialihkan melalui bentuk beberapa penetapan sebelumnya.
b.        Perubahan spontan adalah sebuah pergantian yang mendesak dalam waktu yang singkat sebagai akibat dari keadaan yang alamiah.
c.         Perubahan evolusioner yakni melakukan perubahan jangka panjang, sebagai konsekuensi kumulatif dari pergantian yang dan kecil dalam organisasi. Konsekuensi-konsekuensi kumulatif dari pakarsa-pakarsa perubahan yang terbatas itu dapat dilihat dalam setiap aspek kehidupan sekolah masa kini.[6]
Dapatdisimpulkan di sini, perubahan amat perlu dilakukan untuk merangsang pertumbuhan dalam organisasi disamping memotivasikan kumpulan yang memainkan peranan penting dalam menggerakkan organisasi. Dalam usaha menjalankan sebuah perubahan yang berkesan, faktor dalam organisasi dan luar organisasi perlu dikaji dengan lebih teliti agar pembaharuan yang coba dilakukan berjaya mencapai tujuan yang diharapkan.Perubahan pada dasarnya ditujukan untuk memberikan impact yang positif bagi pertumbuhan dan pekembangan organisasi.

2.    Perubahan Organisasi Berencana
Perubahan organisasi merupakan pendekatan dan teknik perubahan organisasi. Didalamnya terkandung suatu proses dan teknologi untuk penyusunan rancangan, arah pelaksanaan perubahan organisasi berencana, meskipun dalam hal ini bukanlah sesuatu yang baru tetapi untuk memudahkan dan perlu kiranya ditengahkan pendapat yang berhubungan dengan perubahan berencana.
Bennis, Benne dan Chin Mengemukakan pengertian perubahan berencana “ Planned change is the aplication of systematic and approriate knowledge of human affairs for the purpose of creating intellegent action an change ” perubahan berencana sebagai penerapan pengetahuan mengenai manusia secara sistematis dan tepat dengan maksud untuk mendapatkan atau melakukan suatu tindakan dan peruban yang berarti.[7]
Menurut Margulies dan Raia, berdasarkan hasil penelitian kepustakaan yang mereka menyimpulkan karakteristik dari perubahan berencana memberikan dimensi yang dapat membedakan dengan bentuk perubahan yang lain. Karakteristik tersebut ialah :
a.         Perubahan berencana mencakup suatu keputusan yang penuh pertimbangan, bertujuan dan jelas dituangkan dalam suatu program yang dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan dan untuk mengadakan perubahan yang dirumuskan untuk mempunyai tujuan tertentu dan seceara jelas.
b.        Perubahan berencana merefleksikan suatu proses perubahan yang diterapkan dalam berbagai langganan baik perorangan, kelompok, organisasi ataupun masyarakat.
c.         Perubahan berencana umumnya selalu melibatkan penggunan dari ahli dari luar yang umumnya menggunaka teknik intervansi yang dimana seseorang mempunyai keahlian dalam menggunkan teknologi tertentu sebagai alat dalam mengarahkan pelaksaan perubahan.
d.        Perubahan berencana pada umumnya mencakup suatu strategi kolaborasi dan usaha bersama antara agen pembaharu dengan penggunaanya.
e.         Perubahan berencana sesungguhnya suatu penerapan dari metode ilmiah yang merupakan suatu usaha yang secara sadar menggunkan berbagai macam teori sebagai alat untuk menganalisa dan memperbaiki praktek sehari-hari untuk memecahkan persoalan sosial.[8]
Suatu perubahan berencana selalu mempunyai ciri untuk melibatkan langsung para penggunaanya dalam proses perubahan.hal ini  bahwa suatu perubahan berencana bukanlah suatu program yang dipaksakan dari atas atau hanya diprogram oleh para ahli tanpa keinginan dan keterlibatan dari mereka yang nantinya terkena akibat dari perubahan itu.

3.    Faktor perlunya perubahan
A.  Faktor Intern
Menurut Glenn H. Varney faktor internal yang mempengaruhi perubahan organisasi dikelompokkan menjadi empat bagian[9] :
1)   Organisasi Secara Keseluruhan, Perubahan dalam :
a.    Iklim dan kultur organisasi
b.    Gaya atau strategi kepemimpinan
c.    Hubungan dengan lingkungannya
d.   Pola komunikasi atau proses saling mempengaruhi
e.    Struktur organisasi
f.     Cara pengorganisasian pekerjaan
g.    Mekanisme pengendalian
2)        Subsistem dari organisasi, perubahan dalam :
a.    Norma dan perilaku
b.    Struktur kelompok
c.    Struktur kekuasaan dan wewenang
3)        Pekerjaan dalam kelompok, perubahan dalam :
a.    Prosedur pengambilan keputusan
b.    Norma kerja
c.    Norma prosedur
d.   Peranan-peranan dalam kelompok
e.    Kekuasaan wewenang
4)      Tingkat perjenjangan, perubahan dalam :
a.    Pola saling mempengaruhi yang terjadi antar berbagai tingkatan perjenjangan
b.    Lokasi pekerjaan atau tanggung jawab
c.    Kekuasaan wewenang
d.   Praktek dan prosedur komunikasi
e.    Tingkat saling percaya
f.     Citra diri sendiri dan citra orang lain terhadap citra diri sendiri
g.    Pengendalian
B.  Faktor Ekstern
Faktor ekstern adalahperubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor eksternal adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.[10]
Perkembangandankemajuanteknologijugamerupakanpenyebabpentingdilakukannyaperubahan.Penggantianperlengkapan lama denganperlengkapanbaru yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya: prosedur kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan, system penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru.
Perkembangan IPTEK terus berlanjut sehingga setiap saat ditemukan berbagai produk teknologi baru yang secara langsung atau tidak memaksa organisasi untuk melakukan perubahan. Organisasi yang tidak tanggap dan bersedia menyerap berbagai temuan teknologi tersebut akan tertinggal dan pada gilirannya tidak akan sanggup survive.
Pemimpin dalam merubah organisasi setidaknya melihat faktor dalam dan luar akan karena hal ini dapat mendorong organisasi untuk melakukan perubahan bagi memperbaiki serta mengubah struktur organisasi kearah yang lebih baik dan tersistematis. Komitmen yang tinggi dari kumpulan dalam organisasi amat perlu untuk memastikan kesan dan kemantapan perubahan.

4.    Pengembangan Organisasi
Pengembangan organisasi adalah suatu proses yang dimaksudkan untuk menganalisa dan memcahkan persoalan-persoalan yang terjadi dalam proses organisasi. Pengertian ini mengandung dua hal penting yang pertama, pengembangan organisasi adalah suatu proses yang dilakukan secara terus menerus dan kedua, proses tersebut dilakukan untuk menyempurnakan proses yang terjadi dalam suatu organisasi. Didalam pengembangan organisasi ada tiga faktor yang harus diperhatikan :
a.         Perkenbamngan konsepsi organisasi dan manjemen yang lebih bersifat manusiawi, konsep ini mempengaruhi baik pandangan terhadap hakekat manusia dalam organisasi, mana dari tempat kerja maupun hakekat kehidupan organisasi.
b.        Perkembangan konsep tentang latihan kepekaan dan metoda laboratori.
c.         Gerakan pengembangan potensi manusi.
Wendel Fench dan Cecil Bell tentang pengembangan organisasi adalah suatu usaha jangka panjang untuk memperbaiki proses-proses pemecahan masalah dan perubahan organisasi, terutama melalui manajemen budaya organisasi yang lebih efektif dan kolaborasi dengan tekanan khusus pada budaya tim-tim kerja formal, dengan bantuan pengantar perubahan, katalisator dan penggunaan teori dan teknologi ilmiah keperlilakuan terapan, mencakup riset kegiatan. Melalui proses pembaharuan, manajer dapat menyesuaikan gayadan tujuan pemecahan masalah untuk memenuhi berbagai permintaan pengubahan lingkungan organisasi. Salah satu tujuan pengembangan organisasi adalah untuk memperbaiki proses pembaharuan organisasi itusendiri.
Pengembangan organisasi merupakan suatu teknik atau serangkaian teknik tertentu bukan sebagai suatu proses yang menyeluruh bagi peningkatan kemampuan pemecahan persoalan dan perubahan organisasi. Pengembangan ini memrlukan teknik atau metode yang digunakan selalau bertujuan untuk memecahkan persoalan yang timbul karena kurang sempurnanya susunan maupun proses interaksi dalam organisasi. Pengembangan organisasi bukan hanya mencakup teknik-teknik pengembangan Team, latihan kepekaan, manajemen berdasarkan sasarana, perancagan pekerjaan. Sebagai proses menyeluruh maka pengembangan organisasi merupakan suatu pendekatan kesisteman terhadap perubahan organisasi berencana, di dalamnya selalu terdapat serangkaian nilai sistem tertentu, proses khusus tertentu, penggunaan macam teknik intervansi yang berasal baik ilmu perilaku terapan, maupun berbagai cabang ilmu lainnya.[11]
Dari uraian diatas pemimpin dalam mengembangkan organisasi haruslah mengamati dan membuat rencana dalam mengembangkan organisasi hal ini sangat berpengaruh karena sistem ini akan membuat strategi pencapaian organisasi dalam jangka panjang dan jangka pendek.

5.    Proses Pengembangan Pendidikan Islam
Manajemen pengembangan pendidikan harus dilakukan terus menerus dan dilaksanakan kegiatan melalui POAC ( Palnning, Organizing, actuating dan controlling).
a.              Perencanana (Planning ) adalah aktivitas pengambilan keputusan mengenai sasaran (Objectivitas) apa yang akan dicapa, tindakan apa yang akan diambil dalam rangka pencapaian tujuan atau sasaran dan siapa yang akan melaksanakan tugas-tugasnya.
b.             Pengorganisasian ( Organizing ) menurut  pengorganisasian sebagai keseluruhan proses pngelompokan orang-orang, alat-alat tugas, tanggung jawab atau wewenang sedemikian rupa, sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan  sebagai satu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
c.              Penggerakan ( actauting ) George R. Terry ( dalam Sarwoto) mendefinisikan actuating sebagai tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok suka berusaha untuk mencapai sasaran-sasaran , agar sesuai dengan perencanaan menajerial dan usaha organisasi. Penggerakan ( actauting ) adalah hubungan terhadap bawahan untuk dapat dimengerti dan memahami pembagian pekerjaan yang efektif dan efisien. Actuating adalah bagian yang sangat penting dalam proses manajemen.
d.             Pengawasan (controlling) adalah proses penentuan apa yang dicapai berkaitan dengan standar apa yang sedang dihasilkan, penilaian pelaksanaan (performansi) serta bilamana perlu diambil tindakan korektif. tujuan pengawasan adalah membantu mempertahankan hasil out-put yang sesuai dengan syarat-syarat sistem, dengan melakukan pengawasan diharapkan dapat mencapai kualitas produk organisasi berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan, sehingga konsumen atau steakeholders menjadi puas.
Agar kegiatan pengawasan berjalan efektif, dapat dilakukan melalui tiga tahapan kegiatan yaitu : tahapan penetapan alat pengukur (Standard), tahapan mengadakan penilaian (evalute), mengadakan tindakan perbaikan (corrective action).[12]
Sangat penting pemimpin dalam mengembangkan organisasi, pemimpin diharapakan hati-hati karena mengembangkan organisasi karena dibutuhkan ketrampilan khusus dan melihat dari segi Perencanana, Pengorganisasian, Penggerakan, Pengawasan.

6.    Faktor –factor penyebab dilakukannya pengembangan organisasi
A.  KekuatanInternal
Struktur, system dan prosedur, perlengkapan dan fasilitas, proses dan sasaran bila tidak cocok akan membuat organisasi melakukan perbaikan. Perubahan organisasi dilakukan untuk mencocokkan dengan kebutuhan yang ada.
B.  KekuatanEksternal
1)        Kompetisi yang semakintajamantarorganisasi.
2)        Perkembangan IPTEK.
3)        Perubahan lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosial yang membuatorganisasi berfikir bagaimana mendapatkan sumber diluar organisasi untuk masadepanorganisasi.[13]
Dalam dilakukannya pengembangan setidaknya pemimpin melihat kekuatan-kekuatan yang ada di dalam maupun diluar, karena faktor utama dalam mengembangkan organisasi ialah kepandaian  pemimpin dalam mamanfaatkan dan memberdayakan bawahan yang ada di dalam organisasi.

7.    Persyaratan Keberhasilan Pengembangan Organisasi
Persyaratan bagi keberhasilan program pengembangan organisasi dimaksudkan segala faktor dan kondisi yang diperlukan dan mempengaruhi keberhasilan usaha dan kegiatan perubahan secara berencana. French dan bell, Jr. Mengemukakan 12 kondisi pentahapan sebagai berikut.[14]
a.    Persepsi yang memgang jabatan kunci terhadap persoalan-persoalan organisasional dan persepsi akan relevansi antara ilmu-ilmu perlakudalam memecahkan persoalan-persoalan tersebut.
b.    Memperkenalkan ahli ilmu perilaku atau konsultan kedalam sistem organisasi tersebut.
c.    Keterlibatan pucuk kepemimpinan sejak permulaan, atau paling tidak dukungan dari pejabat yang lebih tinggi ling tidak adnya dukungan dari pejabat yang lebih tinngi dengan keikutsertaan pucuk pimpinan secara bertahap.
d.   Adanya partisipasi (peran serta) dari semua kelompok kerja secara penuh termasuk pimpinan formal.
e.    Penggunan model penelitian tidak nyata.
f.     Keberhasilan pertama dijadikan kekuatan untuk mengembangkan lebih lanjut.
g.    Suatu keterbukaan, suatu falsafah pendidikan mengenai teori dan teknologi pengembang organisasi.
h.    Penjelasan mengenai persamaan-persamaan antara pengembangan organisasi dengan praktek manajemen yang efektif.
i.      Keterlibatan dari para pejabat yang bergerak dalam bidang kepegawaian dan hubungan perindustrian dan persamaa-persamaan dengan kebujaksanaan dan praktek kepegawaian.
j.      Pengembangan sumber daya pengembangan organisasi yang berasal dari dalam.
k.    Adanya pengendalian program pengembangan organisasi yang efektif.
l.      Proses tersebut diikuti secara terus menerus dan nilai hasilnya.
Sebagai perbandingan akan diketengahkan pendapat varney yang mengatakan sebagai berikut :
a.    Harus ada dukungan aktif dan keterlibatan dari pucuk pimpinan
b.    Anggota organisasi harus dapat berubah pikiran dan persamaan mereka sebagai hasil dari usaha pengebangan organisasi
c.    Ia bukan merupakan suatu strategi latihan karena itu harus dianggap sebagai suatu pendekatan yang ditujukan untuk mengadakan perubahan tentang bagaimana orang-orang bekerjasama.
d.   Anda berusaha untuk mengubah iklim organisasi sebagaimana juga merubah proses sosial

Terhadap persyaratan yang cukup komprehensif bahwa french dan bell mempunyai kecenderungan untuk mempergunakan konsultan dari luar sebagai agem pembaharu, dari sini kita bisa berpendapat  bahwa agen pembaharu bisa berasal dari dalam lingkungan organisasi. Persoalan pokok adlah bahwa agen pembaharu tentunya harus memberi persyaratan keahlian tertentu.

8.    Faktor yang menggagalkan Usaha Perubahan dan Pengembangan Organisasi
a.         Selisih yang tajam antara pernyataan pimpinan top tentang nilai dan gaya dengan kenyataan tingkah laku kepemimpinan.
b.        Program kegiatan besar tanpa basis tujuan-tujuan perubahan yang kokoh.
c.         Pembaruan antara tujuan dan alat
d.        Kerangka kerja jangka pendek.
e.         Terlalu menggantungkan diri pada bantuan luar.
f.         Tidak dapat membedakan anatara relasi baik sebagai tujuan sebagai tujuan dengan relasi baik sebagai kondisi.
g.        Pencaharian buku masakan



9.    Faktor yang mensukseskan Usaha Perubahan dan Pengembangan Organisasi
a.    Terdapat tekanan pada pimpinan top yang mendorong timbulnya hasrat untuk bertindak.
b.    Diusahakan suatu diagnosa tentang area persoalan dan mendorong diagnosa terhadap problematika spesifik.
c.    Penemuan dengan cara-cara penyelesaian baru dan mengharuskan adanya komitmen pada arah-arah tindakan baru.
d.   Dilaksanakan eksperimentasi tentang penyelesaian baru dan mendorong pencaharian hasil dari eksperimen tersebut.
e.    Terdapat dorongan kekuatan dalam sistem dengan hasil-hasil positif dan mendorong pelaksanaan praktek-praktek kegiatan baru
Dalam proses kepemimpinan setidaknya pemimpin bisa mengambil keputusan dan tidak selalu menggantungkan kepada orang lain. Pimpinan yang baik adalah pemimpin yang bisa mendorong, memotivasi setiap kerja kepada bawahan karena pimpinan sangat berpengaruh kepada kinerja staff.

C.  KESIMPULAN
Dalam dunia organisasi dituntut untuk mewujudkan perubahan-perubahan sesuai dengan situasi atu kondisi yang akan datang, karen Perubahan adalah proses alamiah yang suatu ketika harus terjadi baik didasari atau tidak, dan dapat timbul dari dua sumber yaitu dari dalam organisasi sendiri dan dari lingkungan  dengan kata lain setiap organisasi harus selalu peka terhadap aspirasi, keinginan, tuntutan dan kebutuhan berbagai kelompok. Perubahan organisasi pendidikan tanpa kita berusaha memahami bahwa suatu organisasi dipengaruhi dan mempengaruhi keadaan sekitarnya dengan ini mudah difahami karena pada dasarnya suatu organisasi hanyalah merupakan suatu bagian dari suatu sistem yang lebih besar yaitu sistem sosial. Dalam perubahan dalam organisasi paling tidak mengikuti dan melihat faktor Intern dan Ekstern , karena faktor ini yang paling penting apabila ingin merubah organisasi.
Pengembangan organisasi suatu proses yang dimaksudkan untuk menganalisa dan memcahkan persoalan-persoalan yang terjadi dalam proses organisasi. Penegembangan ini harus didasarkan pada pengetahuan ilmu dan tingkah laku, dipimpin dari atas dan pendekatan suatu organisasi. Kegiatan ini bertitik pada pusat perubahan, perbaikan sistem, sub sitem dan fokus perhatian diarahkan pada dan erat berkaitan dengan tujuan misi jangka pendek dan jangka menengah tujuan umumnya adalah meningkatka keefektifan dan kesehatan organisasi.

DAFTAR RUJUKAN

Beckard Richard,1981,Pengembangan Organisasi, Surabaya: Usaha Nasional.
Drs. Adam I.Indrawijaya,1983,Perubahan dan Pengembangan Organisasi, Bandung : Sinar Baru.
Glenn H. Varney,1997, Organization Development For Managers, Addison-Wesley Publishing Company, Reading, Massachusetts
Newton Margulies dan anthony P.Raia, 1978, Conceptual Faoundation Of Organizational Development, McGraw Hill Book Coy, New York.
Prof. Dr. Sondang P.Siagan, 2004, Teori pengembangan Organisasi, Jakarta : Bumi Aksara.
Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I dan Moh. Makin, M.Pd.I, 2010, Manajemen Pendidikan Islam  Malang : UIN Press.
Warren G. Bennis, K.D. Benne dan R. Chin, 1969, The Planning Of Change, Holt, New York, Edisi Kedua.
Wendell L. French n Cecill H. Bell, Jr. 1978, Organization Develoment, Prentice-Hall, Inc. Engwood Cliffs, New Yersey.
http://jandakembangs.blogspot.com/2012/01/perubahan-dan-pengembangan-organisasi.html


[1]Drs. Adam I.Indrawijaya, Perubahan dan Pengembangan Organisasi, (Bandung : Sinar Baru 1983), hal 17.

[2]Departemen Agama RI, Al-Qur'an danTerjemah, (Bandung: PT. PantjaSimpati, 1982).
[3]Richard Beckard, Pengembangan Organisasi, ( Surabaya: Usaha Nasional), 1981.
[4]Drs. Adam I.Indrawijaya, Perubahan dan Pengembangan Organisasi, (Bandung : Sinar Baru 1983), hal 15.
[5]Prof. Dr. Sondang P.Siagan, Teori pengembangan Organisasi, ( Jakarta : Bumi Aksara, 2004), hal 1.
[6]E. Mark Henson, Educational Administration an Organizional Bahvior, ( Boston : Allyn and Bacon, 1990) hlm.298-299.
[7]Warren G. Bennis, K.D. Benne dan R. Chin, The Planning Of Change, Holt, New York, Edisi Kedua, 1969, Hal 4.
[8]Newton Margulies dan anthony P.Raia, Conceptual Faoundation Of Organizational Development, McGraw Hill Book Coy, New York, 1978, hal 47.
[9]Glenn H. Varney, Organization Development For Managers, Addison-Wesley Publishing Company, Reading, Massachusetts, 1997, hal 84-85.
[11]Drs. Adam I.Indrawijaya, Perubahan dan Pengembangan Organisasi, (Bandung : Sinar Baru 1983), hal 83.
[12]Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I dan Moh. Makin, M.Pd.I, Manajemen Pendidikan Islam ( Malang : UIN Press ), Cet.I. hlm 112.
[13] http://jandakembangs.blogspot.com/2012/01/perubahan-dan-pengembangan-organisasi.html
[14]Wendell L. French n Cecill H. Bell, Jr. Organization Develoment, Prentice-Hall, Inc. Engwood Cliffs, New Yersey, 1978, hal 177-190.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar