Senin, 26 Januari 2015

Pengelolaan Informasi Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran



KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah S.W.T , yang memberikan kita nikmat sehat dan kesempatan sehingga kita bisa bertemu dan melaksanakan aktivitas sebagaimana mestinya.
Selawat salam tak lupa kita ucapkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang membimbing kita ke jalan petunjuk dan keselamatan yang benar yakni agama islam, keluarga serta sahabat-sahabatnya,  hingga hari ahir.
Dalam kesempatan kali ini penyusun mendapat tema tentang “Pengelolaan Informasi Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran”  dalam menyajikannya tentu sangat penting sekali, agar kita semua memahami informasi perkembangan kurikulum kita sampai saat ini dan bagaimana mengelolannya.
Terimakasih yang sedalam-dalamnya penyusun sampaikan kepada Dr. Hj. Suti’ah, M.Pd, yang telah mengajari, membimbing dan memotivasi penyusun, sehingga semakin semangat dalam belajar dan menuntut ilmu. Semoga diberi umur yang panjang, sealu diberi kesehatan dan kesempatan, sehingga dalam peroses belajar mengajar lancar, Amiin Yaa Rabbal Alamiin.


Penyusun



Daftar Isi

Kata Pengantar................................................................................................ 1
Daftar Isi........................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang.................................................................................     3
B.  Rumusan Masalah................................................................................ 4
C.  Tujuan Pembahasan............................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN
A.  Pengertian Pengelolaan Kurikulum....................................................
B.  Ruang Lingkup Pengelolaan Kurikulum...........................................
1.    Perencanaan kurikulum..................................................................
2.    Pelaksanaan kurikulum..................................................................
3.    Penilaian kurikulum ......................................................................
4.    Perbaikan kurikulum
C.  Prinsip, Fungsi, Sifat, dan Peran Pengelolaan Kurikulum...............
D.  Sistem Manajemen Pengelolaan Kurikulum......................................
BAB III PENUTUP
A.    KESIMPULAN..................................................................................
DAFTAR RUJUKAN...................................................................................










BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Pengelolaan manajemen kurikulum dan pembelajaran adalah suatu hal yang mutlak dilakukan di dalam dunia pendidikan. Pengelolaan atau Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.[1] Maka diperlukan adanya pengelolaan, penataan, dan pengaturan ataupun kegiatan yang sejenis yang masih berkaitan dengan lembaga pendidikan guna mengembangkan sumber daya manusia agar dapat memenuhi tujuan pendidikan tersebut seoptimal mungkin.
 Pengelolaan Manajemen kurikulum adalah sebuah bentuk usaha atau upaya bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran khususnya usaha meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar. Dalam manajemen dikenal adanya fungsi pengelolaan manajemen kurikulum sebagai planing, organizing, actuating, dan controling, Keempat fungsi ini bisa di terapkan baik dalam manajemen pendidikan maupun lainnya.[2]
Sedangkan informasi manajemen yaitu metode yang formal yang menyediakan bagi pihak manajemen sebuah informasi yang tepat waktu, dapat di percaya untuk proses pengambilan keputusan bagi perencanaan, pengorganisasian, pegawasan dan fungsi oprasi sebuah organisai yang lebih efektif.[3] Jika dikaitkan dengan kurikulum berarti peroses ke arah yang lebih baik dalam pengelolaan dan penilaian kurikulum itu sendiri.
Manajemen kurikulum diartikan sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komprehensif, sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum. Jadi dalam proses pengorganisasian ini akan berhubungan erat dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan. Maka dalam penerapan pelaksanaan kurikulum, seorang yang mengelola lembaga pendidikan harus menguasai ilmu manajemen, baik untuk mengurus pendidikan ataupun kurikulumnya.
Pengelolaan kurikulum merupakan suatu pola pemberdayaan tenaga pendidikan dan sumberdaya pendidikan lainnya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kurikulum itu sendiri hal yang sangat menetutukan kebehasilan kegiatan belajar mengajar secara maksimal, sehingga perlu adanya pengelolaan yang meliputi: kegiatan perencaan, kegiatan pelaksanaan dan, kegiatan penilaian. Sesuai dengan kegiatan pengelolaan kurikulum tersebut, penyajiaanya akan diurutkan mulai dari perencaan. Pengelolaan kurikulum berkaitan dengan pengelolaan pengalaman belajar yang membutuhkan stretegi tertentu sehingga menghasilkan produktifitas belajar bagi siswa. Dengan demikian, kami ingin memberikan pemaparan dalam suatu pengelolaan kurikulum.
Berdasarkan hal tersebut, makalah ini  ditulis untuk membantu mempersiapkan pengelolaan manajemen dan pembelajaran sekolah yang bermutu terutama berkenaan dengan pengelolaan, manajemen, fungsi, peran dan komponen-komponen pengelolaan kurikulum dan pembelajaraan yang mendukung peroses pengelolaan informasi  manajemen kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan di sekolah, baik itu dilakukan oleh para guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan pihak pihak yang terkait dengan mengembangkan kurikulum.
B.  Rumusan Masalah
1.    Apakah definisi pengelolaan informasi manajemen kurikulum dan pembelajaran ?
2.    Apajasakah ruang lingkup dari pengelolaan kurikulum dan pembelajaran ?
3.    Apa saja prinsip, fungsi, peran dan komponen pengelolaan kurikulum dan pembelajaran ?
4.    Bagaimana sistem dan hubungan kurikulum dengan pembelajaran ?


C.  Tujuan Pembahasan
Dalam menyusun makalah ini kami coba memecahkan apa yang jadi rumusan masalah pada makalah ini yang diantaranya sebagai berikut:
1.    Memberikan pengertian pengelolaan, informasi, sistem manajemen kurikulum dan pembelajaran, serta
2.    Memberikan pemamhaman tentang ruang lingkup pengeloaan kurikulum dan pembelajaran
3.    Memehami prinsip, fungsi, peran dan komponen kurikulum dan pembelajaran.
4.    Mengetahui sistem dan hubungan kurikulum dan pembelajaran.

BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Pengelolaaan Kurikulum
 Pengelolaan itu berakar dari kata “kelola” dan istilah lainnya yaitu “manajemen” yang artinya ketatalaksanaan, tata pimpinan.[4]
Menurut Bahri dan Zain (1996) bahwa pengelolaan itu adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan.[5]
Menurut wardoyo, Pengelolaan diartikan sebagai suatu rangkaian pekerjaan atau usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan serangkaian kerja dalam mencapai tu juan tertentu.
Definisi pengelolaan oleh para ahli terdapat perbedaan-perbedaan hal ini disebabkan karena para ahli meninjau pengelolaan dari segi fungsi, benda, kelembagaan dan yang meninjau pengelolaan sebagai suatu kesatuan. Namun jika dipelajari pada prinsipnya definisi-definisi tersebut mengandung pengertian dan tujuan yang sama.
Jadi definisi bahwa pengelolaan yang berkaitan dengan manajemen adalah suatu rangkaian kegiatan yang berintikan perencanaan, pengorganisasian pergerakan dan pengawasan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pengelolaan Kurikulum adalah peroses ketatalaksanaan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.[6]
Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian  dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik.
Menurut sudiarja Pengelolaan Kurikulum bertujuan untuk mengajar, memanusiakan dan mengarahkan anak didik agar mencapai akhir yang sempurna.[7]
Manajemen kurikulum diartikan sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komprehensif, sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum.[8] Sedangkan bila di kaitkan dengan Pengelolaan kurikulum berarti berkaitan erat dengan pengelolaan informasi pengalaman belajar yang membutuhkan stretegi tertentu sehingga menghasilkan produktifitas belajar bagi siswa. Dengan demikian, pengelolaan kurikulum adalah upaya atau usaha mengoktimalkan pengalaman-pengalaman belajar siswa yang di tata secara produktif.
Jadi dari beberapa uraian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa, pengelolaaan informasi manajemen kurikulum dan pembelajaran adalah peroses usaha bersama dalam memanfaatkan komponen-komponen pendidikan untuk melaksanakan kegiatan peroses pembelajaran, serta menitik beratkan kepada peningkatan kualitas pembelajaran agar tercapainya tujuan pendidikan.
B.  Ruang Lingkup Pengelolaan Kurikulum
Ruang lingkup pengelolaan kurikulum meliputi 4 (empat) macem yaitu:
1.    Perencanaan kurikulum
Perencanaan kurikulum adalah perencanaan kesempatan-kesempatan belajar yang bertujuan untuk membina peserta didik kearah perubahan tingkah laku yang diinginkan. Perencanaan merupakan proses seseorang dalam menentukan arah, dan menentukan keputusan untuk diwujudkan dalam bentuk kegiatn atau tindakan yang berorientasi pada masa depan.[9]

Dalam perencanaan kurikulum terdiri dari:
a.    Isi kurikulum
Dalam pengeloaan kurikulum tentu pesan dan tujuannya harus direncanakan terlebih dahulu sebelum dikelola, diantara isi kurikulum itu adalah sebagai berikut:
1)   Kurikulum harus terdiri atas berbagai mata pelajaran yang urutannya harus disusun secara logis dan terperinci.
2)   Kurikulum harus mencakup seperangkat masalah-masalah yang berkaitan dengan masalah kehidupan yang selalu muncul.
3)   Kurikulum mencakup masalah-masalah kehidupan anak-anak sehai-hari yang berbeda-beda pada tiap kelompok umur.
4)   Kurikulum merupakan modifikasi atau variasi dari pendapat mengenai kurikulum.[10]
b.   Bahan Pelajaran
Bahan pelajaran mencakup tiga hal yakni:
1)   Urutan pelajaran ditentukan menurut jalan pikiran yang terkandung dalam mata pelajaran yang harus diberikan.
2)   Urutan pelajaran dimulai dari satuan mata pelajaran yang paling mudah dan berangsur-angsur menuju pelajaran yang sukar.
3)   Urutan pelajara dtentukan oleh cara-cara yang paling baik dalam mengajarkan tiap mata pelajaran yang dapat ditemukan dengan jalan melakukan metode ilmiah.
c.    Perencanaan kurikulum dilakukan ditingkat pusat, daerah, maupun sekolah.
1) Perencanaan Kurikulum di Tingkat Pusat dan Daerah.
a)    Perencanaan kurikulum ditingkat pusat meliputi. Tujuan pendidikan, bahan materi yang dikeluarkan dalam bentuk buku GBPP, pedoman-pedoman sebagai pelengkap buku GBPP, struktur program.
b)   Perencanaan kurikulum ditingkat propinsi meliputi kalender akademik, petunjuk pelaksanaan, bimbingan dan penyuluhan, dan petunjuk pelaksanaan penilaian.
c)    Perencanaan kurikulum di sekolah antara lain penyusunan kalender pendidikan, penyusunan jadwal pelajaran, pembagian tugas mengajar, penempatan murid di kelas.
d)   Hal-hal yang direncanakan guru sehubungan administrasi kurikulum adalah penyusunan program pengajaran, penyusunan satuan pelajaran, dan perencanaan penilaian hasil belajar.[11]
d.   Perencanaan Kurikulum Tingkat Sekolah.
Pelaksanaan kurikulum dalam tingkat sekolah, kepala sekolah bertanggung jawab untuk melaksanakan kurikulum dilingkungan sekolah yang dipimpinnya. Kewajiban kepala sekolah antara lain menyusun rencana tahunan, menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan, memimpin rapat dan membawa notula rapat, membuat statistik dan menyusun laporan-laporan.
e.    Perencanaan Kurikulum Tingkat Kelas
Pada pelaksanaan ini yang berperan besar adalah guru yang meliputi jenis kegiatan administrasi yaitu:
1)   Kegiatan dalam bidang proses belajar mengajar, tugas guru terdiri dari
a)    Menyusun rencana pelaksanaan program
b)   Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan dan jadwal pelajaran
c)    Pengisian daftar penilaian kemajuan belajar dan perkembangan siswa.
d)   Pengisian buku laporan pribadi siswa.
2)   Kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan pendidikan diluar ketentuan kurikulum yang berlaku, besifat pedagogis dan menunjang pendidikan dalam rangka menunjang ketercapaian sekolah.
3)   Pembimbing dalam kegiatan belajar, tujuan utama pembimbingan yang diberikan guru adalah untuk mengembangkan semua kemampuan siswa agar siswa berhasil mengembangkan hidupnya. Bimbingan seorang guru berupa bantuan untuk menyelesaikan masalah peserta didik sehingga peserta didik dapat menyelesaikan masalahnya sendiri dan mampu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.


f.     Prinsip-prinsip perencanaan kurikulum:
1)   Perencanaan krikulum berkenaan dengan pengalaman-pengalaman para siswa.
2)   Perencanaan kurikulum dibuat berdasarkan berbagai keputusan tentang konten dan proses.
3)   Perencanaan kurikulum mengandung keputusan-keputusan tentang berbagai isu yang aktual.
4)   Perencanaan kurikulum melibatkan banyak kelompok.
5)   Perencanaan kurikulum dilaksanakan pada berbagai tingkatan.
6)   Perencanaan kurikulum adalah sebuah proses yang berkelanjutan.
g.    Sifat Perencanaan Kurikulum:
Sifat-sifat perencanaan kurkulum setidaknya ada delapan sebagaimana yang telah disebutkan oleh oemar hamalik sebagai berikut:
1)   Bersifat komprehensif artinya kurikulum tersebut mempunyai arti yang luas dan menyelurah, bukan sebatas pada jadwal pelajaran saja.
2)   Integratif artinya satu kesatuan yang utuh.
3)   Realistik artinya terlihat jelas atau kurikulum disusun sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
4)   Humanistik artinya kurikulum disusun untuk kepentingan kemanusian baik bagi peserta didik maupun bagi masyarakat.
5)   Futuralistik artinya kurikulum sebagai pandangan yang mendorong pendidikan yang mengarah ke masa depan.
6)   Mengacu pada pengembangan kompetensi sesuai dengan standar nasional.
7)   Berderisifikasi.
8)   Bersifat desentralistik artinya kurikulum bersifat merata artinya kurikulum tidak hanya disusun oleh pusat saja tapi juga pemerintah daerah hingga guru pun diberi wewenang untuk menyusun kurikulum.



2.    Pelaksanaan Kurikulum
Pelaksanaan kurikulum adalah penerapan program kurikulum yang telah dikembangkan yang kemudian diuji cobakan dengan pelaksanaan dan pengelolaan dengan menyesuaikan terhadap situasi dilapangan.[12]
Dalam pelaksanaan kurikulum kita berangkat dari perinsip-perinsip kurikulum.
a.    Prinsip-prinsip pelaksanaan kurikulum:
1)      Perolehan kesempatan yang sama
2)      Berpusat pada siswa atau peserta didik
3)      Pendekatan dan kemitraan
4)      Kesatuan dalam kebijakan dan keberagaman dalam pelaksanaan.
b.    Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kurikulum:
1)      Kararakteristik kurikulum, yang mencakup ruang lingkup bahan ajar, tujuan fungsi, sifat, dll.
2)      Strtegi pelaksanaan, strategi yang digunakan dalam pelaksanaan kurikulum. Seperti diskusi profesi, seminar, penataran dan lain-lain.
3)      Karakteristik penggunaan yang meliputi pengetahuan, ketrampilan, serta nilai dan sikap guru terhadap kurikulum dalam pembelajaran.
3.    Penilaian Kurikulum
Penilaian kurikulum adalah proses pembuatan pertimbangan berdasarkan seperangkat kriteria yang disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan untuk membuat keputusan mengenai suatu kurikulum.
a.    Prinsip-prinsip penilaian kurikulum:
1)   Tujuan tertentu, artinya setiap program penilaian kurikulum terarah dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan secara jelas.
2)   Bersifat objektif, berpijak pada keadaan yang sebenarnya, bersuber dari data yang nyata dan akurat.
3)   Bersifat komprehensif, mencakup semua dimensi atau aspek yang terdapat dalam ruang lingkup kurikulum.
4)   Kooperatif, dan bertanggung jawab dalam perencanaan,.
5)   Efesien dalam penggunaaan waktu, biaya, tenaga dan peralatan yuang menjadi sarana penunjang.
6)   Berksinambungan.[13]
b.   Penilaian kurikulum memiliki tujuan sebagai berikut:
1)   Secara umum penilaian kurikulum bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pelaksanaan kurikulum di sekolah, dimana informasi ini akan bermanfaat sebagai dasar pertimbangan bagi pengambil keputusan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah.
2)   Secara khusus penilaian kurikulum bertujuan untuk memperoleh jawaban dari kelengkapan komponen kurikulum di sekolah, efektivitas pelaksanaan kurikulum, efektivitas pelaksanaan sarana penunjang, tingkat pencapaian hasil belajar ditinjau dari kesesuaian dengan tujuan, dan dampak pelaksanaan kurikulum baik positif atau negatif.
c.    Ruang lingkup yang dikaji dalam penilaian kurikulum adalah:
1)   Tersedianya dan kelengkapan komponen kurikulum.
2)   Pemahaman buku kurikulum.
3)   Pelaksanaan kurikulum sekolah.
4)   Pemanfaatan sarana penunjang.[14]
Keempat penilain kurikulum ini harus di penuhi agar semua yang diharapkan terujud secara efektif dan efisien
4.    Perbaikan Kurikulum
          Bagian keempat dari pengelolaan kurikulum adalah perbaikan, perbaikan kurikulum suatu pendidikan itu tidak bisa bersifat selalu statis, akan tetapi akan senantiasa berubah dan bersifat dinamis. Hal ini dikarenakan kurikulum itu sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan yang menuntutnya untuk melakukan penyesuaian supaya dapat memenuhi permintaan. Permintaan itu baik dikarenakan adanya kebutuhan dari siswa dan kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perkembangan dan pertumbuhan terus menerus.
            Perbaikan kurikulum adalah upaya penyesuaian yang dilakukan untuk meningkatkan koherensi, kesesuaian, kedayagunaan, keterlaksanaan dan keberhasilan program kurikuler berdasarkan informasi yang di perloleh melalui penilaian dan pengukuran.[15]

Perbaikan kurikulum intinya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang dapat disoroti dari dua aspek, proses, dan produk. Kriteria proses menitikberatkan pada efisiensi pelaksanaan kurikulum dan sistem intruksional, sedangkan kualitas produk melihat pada tujuan pendidikan yang hendak dicapai dan output (kelulusan siswa).
     Berkaitan dengan prosedur perbaikan, seluruh komponen sumber daya manusiawi, seperti: administrator, pemilik sekolah, kepala sekolah, guru-guru, siswa serta masyarakat mempuanyai sangat berperan besar. Tanggung jawab masing-masing harus dirumuskan secara jelas. Selain itu aspek evaluasi juga harus dikaji sejak awal perencanaan program perbaikan kurikulum. Dengan evaluasi yang tepat dan data informasi yang akurat akan sangat diperlukan dalam membuat keputusan kurikulum dan intruksional.
            Chamberlain telah merumuskan tindakan-tindakan yang dilakukan dalam perbaikan:
1.    Mengidentfikasi masalah sebenarnya sebagai tuntutan untuk mengetahui tujuan,
2.    Mengumpulkan fakta atau informasi tambahan,
3.    Mengajukan kemungkinan pemecahan dengan keputusan yang optimal dan diharapkan,
4.    Memilih pemecahan sebagai percobaan,
5.    Merencanakan tindakan yang dikehendaki untuk melaksanakan penyelesaian,
6.    Melakukan solusi percobaan,
7.    Evaluasi.[16]
Perbaikan kurikulum yang dimaksud diatas hampir sama dengan pengembangan kurikulum, tetapi tak selamanya perbaikan itu merupakan pengembangan.
C.  Prinsip, Fungsi, Sifat, dan Peran Pengelolaan Kurikulum.
1. Perinsip-perinsip pengelolaan kurikulum.
Prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan manajemen kurikulum adalah sebagai berikut:
a.    Produktivitas, hasil yang akan diperoleh dalam pelaksanaan kurikulum harus sangat diperhatikan. Output (peserta didik) harus menjadi pertimbangan agar sesuai dengan rumusan tujuan pengelolaan kurikulum.
b.    Demokratisasi, proses manajemen kurikulum harus berdasarkan asas demokrasi yang menempatkan pengelola, pelaksana dan subjek didik pada posisi yang seharusnya agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.
c.    Kooperatif, agar tujuan dari pelaksanaan kurikulum dapat tercapai dengan maksimal, maka perlu adanya kerjasama yang positif dari berbagai pihak yang terkait.
d.   Efiktivitas dan efisiensi, rangkaian kegiatan kurikulum harus dapat mencapai tujuan dengan pertimbangan efektif dan efisien, agar kegiatan manajemen kurikulum dapat memberikan manfaat dengan meminimalkan sumber daya tenaga, biaya, dan waktu.
e.    Mengarahkan pada pencapaian visi, misi, dan tujuan yang sudah ditetapkan.[17]
2.    Fungsi Pengelolaan Kurikulum.
Berkaitan dengan fungsi kurikulum, terdapat enam fungsi kurikulum, yaitu :
a.    Fungsi Penyesuaian
Fungsi penyesuaian mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mengarahkan siswa agar memiliki sifat well adjusted yang mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan social. Lingkungan itu sendiri senantiasa mengalami perubahan dan bersifat dinamis.Oleh karena itu, siswa pun harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya.
b.    Fungsi Integrasi
Fungsi integrasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh.Siswa pada dasarnya merupakan anggota dan bagian integral dari masyarakat.Oleh karena itu, siswa harus memiliki kepribadian yang dibutuhkan untuk dapat hidup dan berintegrasi dengan masyarakatnya.
c.    Fungsi Diferensiasi
Fungsi diferensiasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan pelayanan terhadap perbedaan individu siswa.Setiap siswa memiliki perbedaan, baik dari aspek fisik maupun psikis yang harus dihargai dan dilayani dengan baik.
d.   Fungsi Persiapan
Fungsi persiapan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan berikutnya.Selain itu, kurikulum juga diharapkan dapat mempersiapkan siswa untuk dapat hidup dalam masyarakat seandainya sesuatu hal, tidak dapat melanjutkan pendidikannya.
e.    Fungsi Pemilihan
Fungsi pemilihan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih program-program belajar yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Fungsi pemilihan ini sangat erat hubungannya dengan fungsi diferensiasi, karena pengakuan atas adanya perbedaan individual siswa berarti pula diberinya kesempatan bagi siswa tersebut untuk memilih apa yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Untuk mewujudkan kedua fungsi tersebut, kurikulum perlu disusun secara lebih luas dan bersifat fleksibel.
f.     Fungsi Diagnostik
Fungsi diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu membantu dan mengarahkan siswa untuk dapat memahami dan menerima kekuatan (potensi) dan kelemahan yang dimilikinya.Apabila siswa sudah mampu memahami kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya, maka diharapkan siswa dapat mengembangkan sendiri kekuatan yang dimilikinya atau memperbaiki kelemahan-kelemahannya.
3.    Sifat Pengelolaan Kurikulum.
Diantara sifat-sifat pengeloaan kurikulum ada dua belas sifat diantaranya sebagai berikut:
a.    Bersifat strategis, karena merupakan instrumen yang sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan nasional
b.    Bersifat komprehensif, yang mencakup keseluruhan aspek – aspek kehidupan masyarakat
c.    Bersifat intergratif, yang mengintergrasi rencana yang luas yang mencakup pengembangan dimensi kualitas dan kuantitas
d.   Bersifat realistik, berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik dalam kebutuhan masyarakat
e.    Bersifat humanistik, menitik beratkan pada pengembangan sumber daya manusia, baik kuantitatif maupun kualitatif
f.     Bersifat futuralistik, mengacu jauh kedepan falam merencanakan masyarakat yang maju
g.    Bersifat desentralisasi, karena dikembangkan oleh daerah sesuai dengan kondisi dan potensi daerah
h.    Bersifat objektif, berpijak pada keadaan yang sebenarnya, bersuber dari data yang nyata dan akurat.
i.      Bersifat komprehensif, mencakup semua dimensi atau aspek yang terdapat dalam ruang lingkup kurikulum.
j.      Kooperatif, dan bertanggung jawab dalam pengelolaannya.
k.    Efesien dalam penggunaaan waktu, biaya, tenaga dan peralatan yuang menjadi sarana penunjang.
l.      Berksinambungan.[18]
4.    Peran Pengelolaan Kurikulum.
Dianntara pengelolaan kurikulum dalam peran pengelolaannya adalah sebagai berikut:
a.    Peran Konsevatif
Peran Konservatif Kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya sebagai warisan masa lalu.Dokaotkan dengan era globalisasi sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang memungkinkan mudahnya pengaruh budaya asing menggerogoti budaya local, maka peran konservatif dalam kurikulum memiliki arti ynag sangat penting. Melalui peran konservatif, kurikulum berperan dalam menangkal berbagai pengaruh yang dapat merusak nilai – nilai luhur masyarakat, sehingga identitas masyarakat akan tetap terpelihara dengan baik.
b.    Peran Kreatif
Dalam peran kreatif, kurikulum harus mengandung hal – hal baru sehingga dapat membantu siswa untuk dapat mengembangkan setiap potensi yang dimilikinya agar dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat yang senantiasa bergerak maju secara dinamis.
c.    Peran Kritis dan Evaluatif
Kurikum berperan untuk menyeleksi nilai dan budaya mana yang perlu dipertahankan, dan nilai atau budaya baru yang mana yang harus dimiliki anak didik.Daam rangka ini peran peran kritis dan evaluatif kurikulum diperlukan.Kurikulum harus berperan dalam menyeleksi dan mengevaluasi segala sesuatu yang dianggap bermanfaat untuk kehidupan anak didik.
D.  Sistem Manajemen Pengelolaan Kurikulum.
Pengeloaan Manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran dengan titik berat pada usaha meningkatkan kualitas interaksi belajar mangajar.[19] Sedangkan manajemen pembelajaran adalah proses pendayagunaan seluruh komponen yang saling berinteraksi (sumber daya pengajaran) pertama, untuk mencapai visi dan misi pengajaran. Kedua, manfaat manajemen pengajaran adalah sebagai aktivitas profesional dalam menggunakan dan memelihara kurikulum (satuan program pengajaran) yang dilaksanakan, Ketiga, secara organisasional pembelajaran atau kegiatan aktivitas pengajaran guru dituntut memiliki kesiapan mengajar dan murid disiapkan untuk belajar, Keempat, dalam menjalankan fungsi manajemen pembelajaran guru harus memanfaatkan sumber daya pengajaran (learning resources) yang ada di dalam kelas maupun di luar kelas.[20]
Proses ini berhubungan dengan seleksi dan pengorganisasian berbagai komponen situasi belajar-mengajar, antara lain penetapan jadwal pengorganisasian kurikulum dan spesifikasi tujuan yang disarankan, mata pelajaran, kegiatan, sumber dan alat pengukur pengembangan kurikulum yang mengacu kepada kreasi sumber-sumber unit, rencana unit, dan garis pelajaran kurikulum ganda lainnya, untuk memudahkan proses belajar mengajar.
Adapun fungsi-fungsi dari sistem manajemen pengelolaan kurikulum adalah sebagai berikut:
a.       Meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumberdaya kurikulum, karena pemberdayaan sumber dan komponen kurikulum dapat dilakukan dengan pengelolaan yang terencana.
b.      Meningkatkan keadilan dan kesempatan bagi peserta didik untuk mencapai hasil yang maksimal melalui rangkaian kegiatan pendidikan yang dikelola secara integritas dalam mencapai tujuan.
c.       Meningkatkan motivasi pada kinerja guru dan aktifitas siswa karena adanya dukungan positif yang diciptakan dalam kegiatan pengelolaan kurikulum.
d.      Meningkatkan pastisipasi masyarakat untuk membantu pengembangan kurikulum, kurikulum yang dikelola secara profesional akan melibatkan masyarakat dalam memberi masukan supaya dalam sumber belajar disesuaikan dengan kebutuhan setempat.
Pada dasarnya kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau acuan. Bagi guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bagi kepala sekolah dan pengawas, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi atau pengawasan.Bagi orang tua, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya belajar di rumah. Bagi masyarakat, kurikulum berfungsi sebagai pedoman untuk memberikan bantuan bagi terselenggaranya proses pendidikan di sekolah. Sedangkan bagi siswa, kurikulum berfungsi sebagai suatu pedoman belajar.

BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN
1.    Pengelolaan adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan. Pengelolaan Kurikulum adalah peroses ketatalaksanaan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Informasi Manajemen yaitu metode yang formal yang menyediakan bagi pihak manajemen sebuah informasi yang tepat waktu, dapat di percaya untuk proses pengambilan keputusan bagi perencanaan, pengorganisasian, pegawasan dan fungsi oprasi sebuah organisai yang lebih efektif.
Manajemen Kurikulum diartikan sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komprehensif, sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum.
Pengelolaan Manajemen Kurikulum adalah sebuah bentuk usaha atau upaya bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran khususnya usaha meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar.
Dalam manajemen dikenal adanya fungsi pengelolaan manajemen kurikulum sebagai Planing, Organizing, Actuating, dan Controling, Keempat fungsi ini bisa di terapkan baik dalam manajemen pendidikan maupun lainnya. Kurikulum itu sendiri hal yang sangat menetutukan kebehasilan kegiatan belajar mengajar secara maksimal, sehingga perlu adanya pengelolaan yang meliputi: a.) kegiatan perencaan, b.) kegiatan pelaksanaan dan; c.) kegiatan penilaian.
Pengelolaaan Informasi Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran adalah peroses usaha bersama dalam memanfaatkan komponen-komponen pendidikan untuk melaksanakan kegiatan peroses pembelajaran, serta menitik beratkan kepada peningkatan kualitas pembelajaran agar tercapainya tujuan pendidikan.
2.    Ruang Lingkup Pengelolaan Kurikulum mencangkup empat macam yaitu: a.) Perencanaan, b.) Pelaksanaan, c.) Penilaian dan d.) Perbaikan kurikulum.
3.    Prinsip-Prinsip Pengelolaan Kurikulum: a.) Produktivitas, b.) Demokratisasi, c.) Kooperatif, d.) Efiktivitas dan Efisiensi, dan e.) Mengarahkan pada pencapaian visi, misi, dan tujuan yang sudah ditetapkan. Fungsi Kurikulum: a) fungsi penyesuaian, b) Integrasi, c) Difrensiasi, d) Persiapan, e) Pemilihan dan f) Diagnostik. Peran Pengelolaan Kurikulum ada empat yaitu: a) Peran Konserfatif, b) Kreatif, c) Kritis dan d) Evaluatif.
























DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, Suharsimi. Pengelolaan Kelas dan Siswa.. Jakarta: CV Rajawali, 1986

H. Muhaimin, dkk, Manajemen Pendidikan Islam Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah / Madrasah, cet. 3 Jakarta: Kencana,  2011

Hamalik, Oemar,  Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007

_____________, Manajemen Pengembangan Kurikulum, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010

_____________, Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2006

Kamisa, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya: KARTIKA, 1997

Rechaely, Eti, Dkk, Sistem Informasi Pendidikan, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006

Rusman, Manajemen Kurikulum, Jakarta: Rajawali, 2009

Sanjaya, Wina, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, Jakarta: Kencana, 2008

Subahandijah, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996

___________, Pengembangan dan Inovasi kurikulum, Cet. 1, Jakarta, PT. Raja Grafindo, 1993
Sukmadinata, Nana Syaodih. Pengembangan Kurikulum, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010
Terry, George dan Leslie W. Rue. Dasar-Dasar Manjemen, Jakarta: PT Bumi Aksara,1992

Yamin, Moh, Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan, Jogjakarta: DIVA Press, 2012

Yusak, Burhanudin. Administrasi Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Sena,1998


[1] Terry, George dan Leslie W. Rue. Dasar-Dasar Manjemen, ( Jakarta: PT Bumi Aksara,1992), hlm. 1
[2] H. Muhaimin, dkk, Manajemen Pendidikan Islam Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah / Madrasah, cet. 3 ( Jakarta: Kencana,  2011), hlm. 13
[3]Rechaely, Eti, Dkk, Sistem Informasi Pendidikan, ( Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006), hlm. 13
[4]Kamisa, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia,( Surabaya: KARTIKA, 1997), hlm. 412
[5]Arikunto, Suharsimi. Pengelolaan Kelas dan Siswa.. (Jakarta: CV Rajawali, 1986), hlm 14
[6]Subahandijah, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, ( Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996), hlm. 38
[7]Yamin, Moh, Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan, ( Jogjakarta: DIVA Press, 2012), hlm. 155
[8]Rusman, Manajemen Kurikulum, ( Jakarta: Rajawali, 2009), hlm.3     
[9]Ibid, hlm. 21
[10]Yusak, Burhanudin. Administrasi Pendidikan. (Bandung: CV. Pustaka Sena,1998), hlm. 69

[11] Hamalik, Oemar, Manajemen Pengembangan Kurikulum.( Bandung: Remaja Rosda Karya, 2006), hlm. 173

[12]Rusman, Manajemen,...hlm. 59
[13]Hamalik, Oemar,  Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum, ( Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), hlm. 256
[14]Rusman, Manajemen,...hlm. 89
[15]Sanjaya, Wina, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2008), hlm. 96
[16] Hamalik, Oemar, Manajemen Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), hlm. 293-303
[17] Hamalik. Oemar,  Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. (Bandung: Remaja Rosdakarya. 2007), hlm.
[19]Subandijah, Pengembangan dan Inovasi kurikulum, Cet. 1, Jakarta, PT. Raja Grafindo, 1993. hlm , 51
[20]Sukmadinata, Nana Syaodih. Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), hlm 12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar