Minggu, 29 April 2018

MAPPING THE GLOBAL FUTURE (KEMUNCULAN IMAM AL- MAHDI)



2020: DARI ISRAIL RAYA HINGGA KEMUNCULAN IMAM AL-MAHDI
Selepas Israil mengumumkan rancangan dan pembangunan Negara Israil 2020. Malayisia ikut mengumumkan mega proyeknya dengan menjadikan tahun 2020 sebagai sasaran untuk menjadi Negara maju. Indonesia ikut  mengamil langkah serupa. Lalu Arab Saudi mengumumkan rancangan pembangunan kota modern di seluruh Negara itu dengan menargetkan selesai pada tahun 2020. AL-Qaeda Internasionalpun Menjadikan 2020 sebagai batas target perjuangannya menumbangkan rezim thogut dan menegakkan Khilifah Islam.
Ada hal yang menarik mengapa pilihan jatuh pada tahun yang sama... 2020..?
Bahkan Tim Nasional Inteligence Counsil (NIC) Amerika menurunkan pengumuman laporan intelijen yang berjudul ” MAPPING THE GLOBAL FUTURE” (Memetakan Masa Depan Gelobal) dengan memasukkan analisis inteligen 15 Negara menjelaskan ada 4 sekenario dunia pada tahun 2020 :
1.      Naiknya Cina dan India ke pentas Dunia;
2.      Amerika berpera dalam membentuk dan mengorganisasikan perubahan gelobal;
3.      Akan kembalinya ke khilifahan Islam;
4.      Menculnya lingkaran ketakutan di mana respon agresif terhadap ancaman teroris mengarah pada pelanggaran aturan dan sistem keamanan yang berlaku.
APAKAH INI BERTANDA IMAM AL- MAHDI SEGERA MUNCUL...?
Wallahu A’lam Bishawaab...
(di Sadur dari kitab Negeri-Negeri Ahir Zaman, karangan Abu Fatiah Al-Adnani :125).





Minggu, 22 April 2018

DONGENG SEMIPIN-SEMIPE



A.  SEMIPIN SEMIPE

Pada zaman dahulu disebuah pedesaaan (kampung serabi) ada keluarga yang hidup dipinggir hutan, seorang ibu dan dua dua orang anak yang bernama semipin (kakak) semipe (adek), ceritanya hidup dalam kesederhanaan yang pekerjaannya sehari hari jadi petani biasa, yang kadang-kadang pekerjaannya tidak menentu selain jadi petani ibu dua anak ini juga berdagang sedang kedua anaknya sesekali membantu ibu mencangkul disawah yang bedekatan dengan rumahnya, suatu hari, Saat ibu mereka mau kepasar untuk belanja (meken, bhs lombok) kakak adek ini memesen pada ibunya untuk di belikan getah untuk dipsang menangkap burung yang dekat rumahnya yang memang banyak macam jenis burung yang datng untuk makan disebuah pohon beringin besar.
Ibunya membelikan getah, pada ke esokan harinya kakak beradik ini pagi-pagi pamitan kepada ibunya untuk pergi menangkap burung dengan memasang getah, hasil tangkapannya nanti akan dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Setelah sampai disebuah pohon beringin yang besar, disitulah kakak adik ini memasang getah, setelah selesai memasang merekapun turun menunggu dibawah pohon besar itu, beberapa jam kemudian dari segala penjuru burung-burung berkicau mendatangi pohon tempat mereka habiskan hari untuk makan, mulai dari burung yang kecil sampai yang besar, hingga pohon itupun penuh dengan bermacam-macam burung, ternyata malang nasif burung-burung itu  hampir semua tertangkap oleh getah semipin semipe.
 Setelah itu mereka naik menangkap burung-burung yang terlilit getah itu dan memasukkan ke dalam keranjang (sejenis sangkar) yang sebelumnya mereka siapkan. Setelah selesai mereka turun keranjang itupun penuh dengan burung-burung hasil tangkapannya, kakak beradik ini kebingungan dengan hasil tangkapannya, semipin mengusulkan untuk disemblih sebagian dan dibawa pulang untuk dijual, ahirnay mereka sepakat, semipin pun pulang ambil pisau untuk menyembih burung-burung itu, sementara semipe ditugaskan menjaga burung-burung ituseraya menunggu kakaknya yang pulang, burung-burung itu sedih begelimang air mata karna mereka tau akan disembih satu persatu, tiba-tiba burung yang paling besar yang bernama tebango brung berkata “ wahai tuan,,,!  minta lepaskan kami, kami punya keluarga dirumah, kalau kami disemblih bagaimana dengan nasif anak-anak kami, lepaskan kami,,, sambil nada penuh kesedihan, semipe terbengong kaget ternyata burung besar itu bisa bicara, bango berung melanjutkan permintaannya, jikalau tuan tidak percaya,,, elus bango berung, semipe berkata “apa buktinya” cabut bulu ekorku dan nanti cari aku dengan bukti erkorku ini, tuan bisa berjalan ke arah timur terbitan matahari muncul, dengan mengikat ekorku ini dan terbangkan ikuti kemana arahnya, ahirnya semipe menyetujuinya, dengan segera ia mencabut ekor bango berung dan melepas semua burung-burung tangkapanya tanpa kecuali setelah itu, datanglah kakanya semipin, dilihatnya burung-burung itu tidak ada ia pun marah dan segera menanyakanya “ kemana burung-burung itu,, semipe menjaab burung itu ku lepas karna ada rajanya minta dilepas semipe pun marah dan memukuli adiknya sampai pingsan dan meninggalkannya, semipin pun pulang meninggalkan adiknya dibawah pohon beringin itu sendiri dalam keadaan pingsan, beberapa kemudian semipe sadar dan dia tau sudah ditinggal kakaknya pulang, hari makin sore ia pun ndk berani pulang ahirnya ia segera pergi ke timur untuk mencari rumah tebango berung, sesampainya dirumah ibu kakak beradik ini bertanya “ mana adikmu semipin,, semipin sedikit terdiam,, mana adikmu ibu bertanya sedikit keras,, dia,, dia terjatuh dari pohon dan..dan ,, ibunya tak tahan dengar  jawaban anaknya ia menagis histeris dan lari segera ke dalam hutan tempat kedua anaknya pasang getah, untuk mencari anaknya.. ibunya pun kelelahan mencari anaknya sambil memanggil-manggil namanya, tapi semalaman tak ditemukan.haripun makin larut ibu dua  anak ini sibuk mencari anaknya sampai sehari malam, namun tak menemukan anak bungsunya itu,  iapun pulang dengan kesedihan yang mendalam. Hatinya hancur lebur laksana tai bebek kehujanan,,sedih luar biasa. Sementara semipe sudah pergi ke arah timur tak berani pulang, Semipe pun jalan ketimur mengikuti ekor bango berung itu terbang terus ketimur dengn perjlanan berhari hari, ditengah jalan ia bertemu dengan  seorang tua dengan berpakaian kusut compang camping dengan kepala tertutup songkok bambu, semipe pun bertanya pak-pak,, dimana rumah tebango berung? Kenal tidak ! pak tua itu terdiam menarik nafas ia menjawab ya kenal disana rumahnya sambil menunjuki dengan telunjuk ke arah timur, pak tua itupun mengantarkan pemuda itu, sesampainya depan rumah tebango berung, pemuda itupun tertegun lihat rumah yang megh dan mewah itu dia sungkan untuk masuk, dia disambut anak-anak tebango berung semipe kaget setelah pak tua itu dipanggil anak-anaknya “ bapak pulang,,! ternyata pak tua itu adalah tebango berung yang selama ini ai cari, ia pun masuk, pak tua itu berkata “akulah yang kamu cari-cari aku tebango berung yang dulu kau selamatkan,, dan ini anak-anakku, semipe pun membisu seribu kata mendengarkan cerita tebango berung, sampai pada ahirnya semipe dinikahkan sama salah seorang putri tebango berung, semipe pun dikasih kuda, merekapun hidup sakinah rukun beberapa tahun kemudian, semipe ingin pulang kekampung kelahirannya menemui ibu yang dicintainya yang penuh belaian  kasih sayang.
Semipe minta izin pulang membawa istrinya, ia pun diizinkan dan dikasih seekor kuda jantan. Merekapun pamitan dan menakiki kuda, kudanya lari kencang kebarat setelah menempuh perjalanan yang panjang ahirnya sapailah dikampung halamannya, semipe turun dan segera mencari ibunya, ternyata ibunya telah meninggal karna tidak mau makan karna sedih ditinggalin anak-anaknya, sementara semipin juga menghilang entah kemana. Hati semipe jadi berubah sedih luar biasa, ia tinggal bersama istrinya dan membngun istana megah yang dengan kesaktiannya ia memiliki mong ginimong,(sejenis mu’jizat apa yang diminta dikabulkan ) ia juga memiliki batek bontong ( pedang tumpul) yang bisa mengamuk sendiri dengan perintah sang empunya, semipe berkata “ mong ginimong kasih saya rumah mewah,,! Setttt, jadilah rumah mewah dengan pernak perniknya, kamar yang mewah, harta yng melimpah, ke esokan harinya tetangga sebelahnya yang kesehariannya lalu lintas lewat jalan kampung yang tadinya jelek dan kumuh itu berubah laksana istana mereka pun mampir dan sesegera mereka disambut dan dikasih beras sama-sama satu karung, merekapun pulang dan menceritakan kejadian yang dialami saat melintasi rumah yang mewah dipinggir jalan tersebut, mendengar cerita tersebut keesokan harinya mereka rame-rame mendatangi rumah tersebut, ternyta benar begitu mereka dilihat melintas dekat rumah semipe, mereka dipanggil untuk mampir dan ternyata mereka dibagikan beras sama-sama sekarung lagi, mereka riang dan mengucpksn terimakasih pada semipe sambil pamitan dengan membawa sembako yang dibagikan oleh semipe.
Waktupun berjalan cerita dari mulut ke mulut tersebar luas tentang kemistriusan rumah dan penghuninya yang tidak lain ialah semipe dan istrinya. Cerita itu sampai ketelinga sang raja yang memimpin desa itu, sang raja merasa penasaran, ahirnya ia mengutus seorang mata-mata untuk mengetahui kebenaran cerita itu. Mata-mata itu jalan menelusuri jalan ke mana rumah itu berada sambil menyamar ia tanyakan siapa punya rumah dan dari mana.. ia pun tau bahwa yang tinggal dirumah itu seorang pemuda yang tampan dan istri yang cantik, ia segera pulang dan menceritakan kepada paduka raja tentang apa yang dilihat dan yang ia dengar tentang semipe dan isrtinya yang tidak lain adalah anak seorang ibu dan dua saudara yang dulu hidup serderhana dipinggir hutan. Raja pun makin penasaran ia segera mengumumkan kepada rakyatnya untuk pesta kerajaan dan mengundang semipe untuk jadi tamu undangan,  niat raja ingin membunuh semipe dan mengambil istrinya, semipe pun diundag oleh mentri sang raja untuk menghadiri pesta yang diadakan rajanya, semipe menyanggupinya namun, semipe mengetahuinya niat sang raja bahwa ia mau dibunuh dan mau mengamabil istrinya serta kekayaannya, semipe pun tak tinggal diam ia segera membuat patung yang mirip diri dan istrinya dengan tepung, lanjut cerita patung itupun dibuat mirip sekali dan bisa bicara dengan bantuan para jin yang semipe miliki, begitu hari yang ditentukan untuk menghadiri pesta itu, patung-patung itupun berjalan hadiri undangan sang raja, dan begitu samapi didepan kerajaan ia disambut riang sama parajurit dan dayang kerajaan, ia disilahkan untuk masuk, mereka para tamu yanglain kesimak dengan kecantikan istri semipe itu, sementara sang raja memerintahkan untuk membuatkan minuman dan dibumbuhi racun agar semipe meninggal.
Tapi sayang itu bukan semipe beneran melainkan patung yang dikendalikan jin ayang di miliki semipe, sang raja menyambut hangat serta mempersilahkan untuk menikmati hidangan dan minuman yang telah disediakan untuknya, semipe pun menikmati dan meminum jamuan itu, singkat cerita, dengan meminum minuman yang dibumbuhi racun tadi semipe pun dan istrinya pingsan sang raja gembira sekali sesegera mungkin ia memerintahkan untuk mendatangi rumah semipe untuk mengambil hata bendanya, mereka berlari  berbondong-bondong menuju rumah semipe,, ups mereka kaget ketika mau masuk rumah semipe, merka melihat semipe ada dirumah bersama istrinya, mereka bengong tercengang kok dia ada dirumah padahal udah mati diracun, ahirnya dengan tanpa sepatah kata mereka kembali pulang dengan membawa tanda tanya dan rasa malu, rajapun bengong keheranan, raja maikin cemas karna terancam dirinya tersaingi dengan keberadaan semipe dan istrinya itu. Ke esokan harinya ia berniat untuk mengundangnya lagi, kali ini ia ingin mengundang semipe untuk memanjat pohon kelapa, betul dia diundang, seperti biasa semipe membuat patung lagi dengan minta bantuan jin masuk dalam patung. Pembuatn patung pun telah jadi, pagi-pagi sekali patung itu berjalan memenuhi undangan raja, raja menyambut hangat kedatangan semipe ia dijamau sebelum memanjat pohon. Setelah selesai makan dan minum semipe diajak kekebun yang dimakud untuk memanjat pohon kelapa, semipe pun siap-siap naik, ketika sudah naik kira-kira seperempat pohon, raja segera memerintahkan algojonya untuk menebang pohon itu biar semipe meninggal, ahirnya algojo menebang pohon itu,  pohon itupun tumbang dan semipe ikut dan meninggal. Raja pun tawa riang dan bekata “ ahirnya kau meninggal juga...!”  raja segera memerintahkan bala tentaranya untuk mengambil harta dan menangkap istri semipe, setibanya depan rumah semipe ,bala tentara itu tercengang ketika melihat bahwa semipe masih hidup dan ada dirumah itu, lalu yang ikut tumbang dan meninggal saat memenjat pohon kelapa itu siapa?  Bala tentara itupun berbalik dan melaporkan kejadian yang dilihat. Raja pun makin gerang dan marah, ia bepikir sejenak,, lalu terbesit ide lagi ia ingin mengundang semipe lagi kali ini untuk menggali sumur, raja memerintahkan salah satu bala tentaranya untuk mengundang dan meminta bantuan semipe untuk membuatkan raja sumur, niat raja rupanya diketahui juga, ahirnya semipe menyanggupinya, seperti biasa semipe membuat patung mirip dirinya dengan tepung dan minta jin masuk dlm patung tepung tersebut.
Keesokan harinya ia pun pergi memenuhi permintaan raja, sesampai dirumah sang raja semipe langsung disuruh gali sumur, semipe pun menggali sumur yang sebenarnya patung namunjin yang masuk menggerakan patung itu dan itu jin yang bekerja, kira-kira begitu dua belas meter raja memerintahkan untuk menimbun semipe dengan batu dan tanah, ahirnya semipe tertimbun dan meninggal. Sangkaan kali ini raja sudah yakin semipe sudah mati, rajapun memerintahkan semua bala tentaranya untuk kerumah semipe, lagi-lagi semua bala tentara heran dan malu melihat semipe dan istriny ada dirumahnya, raja kehabisan rasa sabar ia memerintahkan untuk menyerang,, menyerbu rumah semipe, semipe pun tidak tinggal diam ia melawan dengan menyuruh batek bontongnya melawan, dai ia nenonton dari dalam rumah, batek bontong pun mengamuk sampai hampir semua bala tentara terbunuh dengan batek bontong itu, melihat kesaktian semipe raja pun menyerah dan mengaki kekuatan semipe, semipe pun diangkat jadi raja didesa itu menggantika raja sebelumnya, jadilah semipe raja yang adil bijaksana rakyat hidup tentam dan sejahtra.
Sekian

DONGENG TE GODEK-GODEK



A.    TEGODEK-GODEK KANCE TETUNTEL-TUNTEL 
Zaman dahulu semasih semua binatang bisa berbicara, hiduplah sepasang teman yang  setia makan bersama tidurpun kadang-kadang berdua sering saling mewngunjungi saking akarabnya.  Pada satu hari tetuntel-tuntel sama tegodek-godek  mandi hujan bersama, kebetulan tetuntel-tuntel melihat sebatang pohon pisang yang dibawa arus sungai tetuntel pun tak melewati kesempatan itu , ia segera melompat mengambil pohon pisang yang terseret air tadi dan membawanya kedarat, setelah sampi darat tetuntel-tuntel mau menanamnya, namun tegodek-godek minta supaya dibagi  tidak mau menanam secara bersama. Ahirnya sebagi sahabat setia tetuntel-tuntel  mau membaginya, tapi tetuntel-tuntel bingung bagaimana membagi sebatang pohon jadi dua, ahirnya tegodek-godek memotong pohon pisang jadi dua, ada yang dapat batang bawah (bagian akar ) ada yang dapat batang atas ( bagian pucuk ). Yang memilih duluan adalah tegodek-godek  ia memilih bagian atasnya, karna beranggapan biar mudah berbuah. Setelah selesai mereka pun pulang dengan masing-masing membawa bagian tetuntel-tuntel menanam di kebunnya, sedang tegodek-godek  menanam diatas pohon dengan menggantungnya tegodek-godek beranggapan tidak ada yang ganggu serta aman. Setiap hari mereka saling tanya tentang tanamannya, pada bulan pertama tegodek-godek silaturrahim menyambangi rumah tetuntel-tuntel, pisang tetuntel-tuntel makin tumbuh dan besar, sedangkan pisang tegodek-godek kering dan mati, namun ia menyembunyikannya dari tetuntel-tuntel. Kalau dia ditanya tentang pisangnya ia jawab seger dan tumbuh bahkan ia bilang sudah berbuah, jarak tiga bulan kemudian pisang tetuntel-tuntel berbuah dan pada waktunya buahnya pun matang. Dan kebetulan tegodek-godek menyambangi tetuntel-tuntel. Pas ketika itu tetuntel-tuntel mau menyambangi buah pisangnya yang sudah matang. Dan mengajak tegodek-godek, sesudah samapi kebun tetuntel-tuntel sangat riang sekali karena semau pisangnya matang semua. Tapi tetuntel-tuntel bingung bagaimana cara memetik pisangnya yang sudah matang itu, namun tegodek-godek dengan kepiwaiannya menawarkan diri untuk naik memetikkan tetuntel-tuntel, tetuntel-tuntel pun menyetujuinya segera tegodek-godek naik dan memetik pisang yang sudah matang itu, namun sayang akal nakal tegodek-godek timbul ia memetik pisang dan memakannya sendiri, tampa menghiraukan tetuntel-tuntel yang memiliki pohon pisang itu, tetuntel-tuntel minta dengan berkata “  maeh tegodek-godek teriang te sekek ”  tegdek-dodek menimpali “ adeng juluk ndek man keuan rasene”  sampai-sampai tetuntel-tuntel serak minta dijatuhkan sebiji buah pisang namun tegodek-godek tak menggubrisnya sampai habis buah pisang itu dimakan sendiri diatas pohon, tetuntel-tuntel pun kesal dan mengambil pakaian tegodek-godek lari menyembunyikannya di bawah sebilah tempurung kelapa. Tegodek-godek pun turun dan mencari tetuntel-tuntel yang membawa lari pakaiannya. Tegodek-godek mencari dimana tetuntel-tuntel sembunyi sambil memanggil “tetuntel-tuntel mbe kelambingku, teuntel-tuntel tang kelambingku ne puntik mek” namun tetuntel-tuntel tak menyahut sedikitpun, diam seribu bahasa karena kecewa sama tegodek-godek yang menghabiskan buah pisangnya, tanpa memberikan sebiji pun pada tetuntel-tuntel yang menanam dan memelihara. Seharian tegodek-godek mencari dimana tetuntel-tuntel sembunyi, sementara tetuntel-tuntel menimpali tegodek-godek dengan isarat “tuntel-tuntel” jadilah bahasa tetuntel-tuntel itu sebagai sebutan namanya tuntel, tuntel sejenis kodok namun suaranya lebih lembut dan tinggal ditempurung-tempurung kelapa atau sejeninya sampai sekarang, sementara tegodek-godek telanjang karena tak menemukan dimana pakaiannya disembunyikan sampai sekarang, sebenarnya dari kisah binatang ini memberikan pelajaran penting kepada kita, bahwa sangat penting bagi kita saling menghargai satu sama lainnya, menjaga perasaan orang lain tak boleh serakah, mengambil hak orang lain. SEKIAN
  

DONGENG TIMUN BONGKOK




Disebuah pelosok Desa hidulah dua saudara kandung  yang memiliki penghasilan serba cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,  ayahnya  seorang peramu kayu sedang  ibunya petani kebun timun (mentimun). Suatu hari ibunya mau kepasar  untuk berjualan dan anak-anaknaya ditugaskan untuk menjaga kebun timun tersebut. anaknya pergi kekebun  timun untuk menjaga dari pencuri maupun binatang buas maklum perkebunan didekat hutan. Dua anak ini melihat buah-buah timun tersebut ternyata  adiknya yang bungsu lapar dan pingin makan timun, kakaknya merayu dengan menenangkan adeknya bahwa timun itu tidak boleh dipetik karena akan membuat marah ibu, kakaknya berkata. Adiknya tidak tahan ia pun menangis kencang, ahirnya kakaknya mencari timun yang kira-kira tak kan laku dijual,ahirnya ia mendapatkan buah timun yang bengkok, dengan segera kakaknya memetikan adiknya dan memberikannya, setelah adiknya selesai makan mereka pun pulang sementara ibunya pulang dari pasar  dengan sedikit lelah dan penghasilan yang cukup, ibunya pun bertanya pada anak-anaknya “kalian sudah kekebun melihat timun itu? Anaknya menjawab “ sudah buk ”,  ibunya pun kekebun dan memeriksa kebun mentimun seraya menghitung buah-buahnya, ternyata ada yang kurang satu sudah dipetik, ternyata ibu dua saudara ini marah dan langsung pulang dan menanyakan pada anaknya yang paling besar tak puas atas jawaban anaknya yang paling besar ini, ibunya memeriksa satu-persatu mulut anak-anaknya, ternyata ada sebiji tulang mentimun itu terselit digigi anaknya yang paling kecil, sepontan ibu dua anak ini mencekik anak bungsunya sampai meninggal dunia, kakaknya menangis sambil mengurus mayat adiknya yang sudah tak bernyawa itu dengan membungkusnya dengan kain dan langsung membawanya ke hutan untuk mencari ayahnya yang meramu ditengah hutan, sambil benelusuri jalan yang sempit dan sepi itu kakak dua saudara ini memanggil-mangil ayahnya “ jaaook inak jaook amak adingku mate lantaran timun bongkok” ahirnya ia menemukan seorang dan bertanya “ tuak-tuak mbe kon amangku? Bapak itu menjawab “ nuuu kon pendet apii sik ngembul noo” lagi anak ini berjalan sambil membawa jasad adiknya yang dicekik ibunnya sambil memanggil ayahnya “ jaaook inak jaook amak adingku mate lantaran timun bongkok”  ayah dua anak ini mendengar suara anaknya ia pun berhenti menabas ramuannya, sambil mendengarkan suara yang makin mendekat itu “ jaaook inak jaooh amak adingku mate lantaran timun bongkok” makin mendekat “ jaaook inak jaook amak adingku mate lantaran timun bongkok” “ jaaook inak jaook amak adingku mate lantaran timun bongkok” ternyata itu suara anaknya. Ia pun menemukan ayahnya didalam hutan yang lebat dan menceritakan bahwa adiknya mati, ayahnya pun tak tahan air mata pun bercucuran membaahi pipinya melebihi dari daur keringat yang membasahi sekujur tubuhnya, setelah sedikit tenang ayahnya bertanya pada anaknya apa penyebab kematian adiknya, anaknya pun menceritakan “adiknya mati karena dicekik ibu, sebab memetik mentimun dan memakannya, dan langsung mencekik anaknya sampai mati, mendengar cerita anaknya ayahnya yang tadi menangis sejadi-jadinya berubah jadi marah, ia langsung menguburkan anaknya dan segera pulang, sesampinya dirumah ia disambut oleh ibu dua anak ini, ayahnya pun tak menanyakan keadaan anak-anaknya diam saja, semalaman tak ngomong, keesokan pagi-pagi sekali ayah dua anak ini mengasah kapaknya, sang istri diam santai saja, sambil menyiapkan bekal suaminya yang akan berangkat meramo, setelah selesai mengasah, suaminya minta di dicabuti uban dikepalanya, sang istripun menurutinya setelah selesai istripun minta di cariin uban dikepalnya, suaminya menuruti, begitu siap-siap memegang kapak, suaminya membelah  kepala istrinya, istrinya menjerit kesakitan suaminya pun menimpalinya rasakan ini, ini ibu yang tak tau pengertian, telah membunuh anaknya. Setelah mati istrinya dibungkus dan di buang kesungai, setelah ibu dua anak ini  meninggal, ayahnya memanggil anaknya dan mereka pun hidup tentram dan  tanang. SEKIAN