Rabu, 11 Februari 2015

EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMENT



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar  Belakang
Pada era globalisasi pada saat ini, persaingan di hampir semua sektor pendidikan semakin pesat. Tingginya tingkat persaingan, perkembangan perekonomian dan  kemajuan  teknologi maka,  peranan informasi menjadi  sangat  penting  demi  kemajuan  sebuah lembaga pendidikan dan perusahaan. Informasi yang cepat, akurat dan berdaya guna merupakan sarana bagi pihak manajemen dalam mengelola lembaga pendidikan atau perusahaan dan sebagai pelaporan bagi pihak-pihak yang  berkepentingan. Guna mendapatkan informasi ini diperlukan suatu sistem yang didalamnya dapat mengelola data-data seperti formulir catatan, prosedur-prosedur, dan alat- alat yang digunakan untuk mengelola data mengenai usaha suatu kesatuan ekonomis.
Maka lembaga pendidikan berskala kecil, menengah, hingga yang berskala multinasional pun telah membuat langkah strategis dengan mulai menerapkan suatu sistem informasi yang terkomputerisasi dengan baik, sehingga dapat memudahkan seluruh aktifitas- aktifitas di dalam cakupan proses pendidikan yang dapat membantu karyawan dan user lainnya dalam melakukan pekerjaannya, dan dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan yang strategis.
Salah satu  caranya dengan  peranan/ fungsi Sistem Informasi Manajemen. Sistem informasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung atau pelengkap, akan tetapi merupakan suatu sistem yang dapat mempermudah semua kegiatan pendidikan, sehingga mampu untuk mencapai keberhasilan dalam dunia pendidikan bersaing di pasar global.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan salah satu sumber daya organisasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan berbagai tingkat manajemen, data dapat diolah menjadi informasi sesuai keperluan manajer sebagai pemimpin manajemen lini bawah, tengah dan atas. Agar informasi sesuai dengan keperluan manajemen dan manejer, maka haruslah dirancang suatu SIM yang baik, sehingga dapat digunakan sebagai pendukung pengambilan keputusan.
Dengan demikian evaluasi bermanfaat untuk mengetahui bagaimana implementasi suatu sistem yang telah dijalankan.
Dalam suatu sistem informasi manajemen suatu lembaga pendidikan selalu terdapat kemungkinan terjadinya kesalahan- kesalahan maupun penyalahgunaan baik secara sengaja maupun tidak dan baik kesalahan yang manusiawi maupun kesalahan terhadap sistem informasi yang ada. Kesalahan maupun penyalahgunaan tersebut dapat berdampak besar terhadap kinerja dan kegiatan operasional perusahaan yang mungkin dapat mengakibatkan kehilangan maupun kerugian baik kerugian secara materiil maupun waktu dan tenaga. Oleh karena itu, sangatlah diperlukan suatu evaluasi, maupun audit secara periodik baik terhadap sistem informasi, pengguna, maupun pemakainya sendiri.

B.       Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian Evaluasi Sistem Informasi Manajemen?
2.      Bagaimanakah Evaluasi Sistem Informasi Manajemen ?
3.      Bagaimanakah Perhitungan Manfaat dan Biaya SIM?

C.      Tujuan Pembahasan
1.      Untuk mengetahui pengertian Evaluasi Sistem Informasi Manajemen
2.      Untuk mengetahui bagaimana Evaluasi Sistem Informasi Manajemen
3.      Untuk mengetahui Perhitungan Manfaat dan Biaya SIM


















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Sistem Informasi Manajemen
1.      Pengertian   Sistem Informasi Manajemen
Sistem adalah kumpulan elemen yang berintegrasi untuk mencapai tujua tertentu sedangkan  informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini dan mendatang. [1]
Menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin yang dikutip oleh Jogiyanto sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi subsistem yang berusaha untuk mencapai tujuan (goal) yang sama.[2]Informasi merupakan data yang telah diolah untuk menjadi bentuk yang lebih berguna bagi pihak penerima dan didalamnya mnenggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) dam kesatuan nyata (fact dan entity).[3]
 Sistem informasi manajemen merupakan suatu sistem yang dapat membantu manajemen di dalam pengumpulan data, pengolahan serta analisis evaluasi data dan menyajikan ke dalam batas informasi yang bernilai dan akhirnya sampai pada pengambilan keputusan di mana informasi ini berguna untuk mendukung fungsi operasi manajemen.
Davis menyatakan bahwa, sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem manusia/mesin yang yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.[4] Sistem informasi manajemen adalah suatu sistem yang terintegrasi, yang menyediakan informasi untuk mendukung fungsi-fungsi operasi manajemen keuangan dan pengambilan keputuan di dalam organisasi.
Sistem informasi manajemen adalah suatu kelompok orang, seperangkat pedoman dan petunjuk, peralatan pengolah data (seperangkat elemen) memilih, menyimpan, mengolah dan mengambil kembali data (mengoperasikan datadan barang) untuk mengurangi ketidakpastian pada pengambilan keputusan (mencari tujuan bersama) dengan menghasilkan informasi untuk manajer pada waktu mereka dapat menggunakannya dengan paling efisian(menghasilkan informasi menurut waktu rujukan).[5]Sehingga dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Manajemen adalah Sistem informasi yang mampu memberikan informasi yang canggih dan cepat kepada seluruh bagian untuk memanage suatu organisasi agar tetap eksis.
Sistem informasi manajemen digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi untuk pengolahan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya, lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari hari, lapisan ketiga terdiri dari sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen, dan lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh manajemen tingkat puncak.  Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari gambar berikut:
Description: C:\Users\Toashiba\Pictures\piramida.png









Gambar 2.1 Sistem Informasi Manajemen
Manajemen  SIM dapat dibagi menjadi tiga level yaitu:
a.        Top Management, tugas yang dilakukan adalah : perencanaan meliputi, perencanaan keuangan, perencanaan untuk pengembangan organisasi serta perencanaan startegik lainya.
b.        Middle Management, tugas yang dilakukan adalah: bertanggung jawab terhadap performance produksi. Perencanaan taktis, dan pengambilan keputusan pengendalian manajemen.
c.         Lower Management, tugas yang dilakukan adalah ; pekerjaan lebih banyak menangani kontrol terhadap jalannya organisasi, pengolahan transaksi dan perencanaan untuk mendukung operasi manajemen sehari-hari.[6]
2.      Operasional SIM
Sistem informasi memiliki tiga elemen utama, yaitu data yang menyediakan  informasi, prosedur yang memberitahu pengguna bagaimana mengoperasikan sistem informasi, dan orang-orang yang membuat produk, menyelesaikan masalah, membuat keputusan, dan menggunakan sistem tersebut. Orang-orang dalam sistem informasi membuat prosedur untuk mengolah dan memanipulasi data sehingga menghasilkan informasi dan menyebarkan informasi tersebut ke lingkungan.
Suatu SIM dapat dioperasionalisasi bila terdapat 3 unsur penting, yaitu:[7]
a.        Hardware (Perangkat Keras), terdiri dari: Komputer dan peralatannya, jaringan komunikasi seperti modem, telephon dll.
b.        Software (Perangkat Lunak), terdiri dari program yang menjalankan proses  kerja pada komputer.
c.         Brainware, merupakan unsur manusia yang menjalankan SIM.
Suatu SIM mempunyai tiga sumberdaya dan berbentuk seperti piramid :
a.        Komponen   perangkat  keras  berada  pada  pondasi dan   menyediakan infrastruktur untuk mendukung SIM.
b.        Komponen perangkat lunak merupakan suatu komponen untuk mempercepat proses penyampaian.
c.         Di puncak piramida terdapat SDM, merupakan hal paling akhir disiapkan tetapi merupakan hal yang paling penting, karena jika SDM tidak siap, maka sebuah SIM tidak akan dapat berjalan.
Kenyataan bahwa SIM adalah interaksi antara manusia dan mesin maka hal ini berarti bahwa perancang sebuah sistem informasi manajemen harus memahami kemampuan manusia sebagai pengolah informasi dan perilaku manusia. Jadi kemampuan petugas pengolah SIM mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendukung operasional SIM.[8]

B.        Evaluasi Sistem Informasi Manajemen
1.      Pengertian Evaluasi SIM
Evaluasi adalah suatu proses untuk menyediakan informasi tentang sejauh mana suatu kegiatan tertentu telah dicapai, bagaimana perbedaan pencapaian itu dengan suatu standar tertentu untuk mengetahui apakah ada selisih diantara keduanya, serta bagaimana manfaat yang telah dikerjakan itu bila dibandingkan dengan harapan - harapan yang ingin diperoleh.[9]
Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai, atribut, apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.[10]Evaluasi adalah kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu obyek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur tertentu untuk memperoleh kesimpulan.
Menurut Asep Jalaludin, Evaluasi SIM adalah mendefinisikan seberapa baik SIM dapat beroperasi pada organisasi yang menerapkannya untuk memperbaiki prestasi dimasa mendatang.Evaluasi SIM dapat dilakukan dengan cara berbeda-beda tergantung dari tujuan evaluasi.[11]Sehingga dapat dikatakan evaluasi SIM merupakan sebuah penilaian terhadap Sistem Informasi Manajemen.
Evaluasi bertujuan untuk mengetahui apakah program itu mencapai sasaran yang diharapkan atau tidak, evaluasi lebih menekankan pada aspek hasil yang dicapai (output).Evaluasi baru bisa dilakukan jika program itu telah berjalan dalam suatu periode, sesuai dengan tahapan rancangan dan jenis program yang dibuat dan dilaksanakan.Secara garis besar evaluasi. Ada beberapa tujuan evaluasi SIM di antaranya:
a.       Menentukan peningkatan yang diperlukan dalam produk individu tunggal atau tim.
b.      Mengkonfirmasi bagian bagian dari sebuah produk dimana peningkatan tidak diperlukan atau dibutuhkan
c.       Mencapai kerja kualitas teknik yang lebih baik, paling tidak lebih seragam dan lebih dapat diprediksi dan untuk membuat kinerja teknis menjadi lebih dapat diatur.[12]
Evaluasi SIM dapat dilakukan dengan cara berbeda-beda tergantung dari tujuan evaluasi. Evaluasi SIM dapat dilakukan oleh salah satu dari :
a.       Tim Audit khusus,  yang dikumpulkan  untuk maksud  tersebut yang diambil diantara para eksekutif organisasi yang bersangkutan.
b.      Tim audit intern, yang mengerjakan unit operasional.
c.       Organisasi konsultasi di luar  organisasi.
Evaluasi dapat dilakukan pada serangkaian tingkat yang berbeda yaitu:
a.       Evaluasi system informasi secara menyeluruh
b.      Evaluasi sistem perangkat keras/perangkat lunak
c.       Evaluasi aplikasi
2.      Evaluasi Fungsi SIM
Yang perlu diperhatikan, bahwa proses evaluasi bukan hanya menitik beratkan pada penentuan kelemahan dan keunggulan SIM saja, tetapi lebih dari itu adalah pada usahausaha perbaikan yang perlu dilakukan.
Evaluasi fungsi SIM adalah meliputi hal-hal sebagai berikut :
a.       Evaluasi perangkat keras/perangkat lunak  yang masih berlaku
Tujuannya adalah menentukan hal-hal berikut:
1)      Apakah ada sumber daya baru  yang diperlukan
2)      Apakah ada sumber daya perangkat keras/perangkat lunak baru yang harus diganti
3)      Apakah pengaturan kembali  akan memperbaiki daya guna
4)      Apakah tambahan sumber daya akan memperbaiki ketepatgunaan sistem
Contoh tindakan yang merupakan hasil evaluasi ini adalah :  Penambahan sumber daya baru, Penggantian saluran data berkecepatan rendah menjadi berkecepatan tinggi, Penambahan kapasitas memori  utama, Peniadaan suatu saluran data yang tidak terpakai, Penambahan pada unit memori, Perubahan dalam organisasi memori, Perubahan dalam perangkat  lunak manajemen  data, Perubahan “spooling” perangkat lunak.
Metode  dan sarana yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
1)      Monitor perangkat keras : merupakan  peralatan monitor yang dipasang pada perangkat keras untuk mengukur kehadiran atau ketiadaan denyutan listrik.
2)      Monitor perangkat lunak : merupakan  suatu program komputer untuk mengukur  hasil kerja tiap  program aplikasi dalam lingkungan pengoperasian sistem
3)      Sistem log dan  observasi : adalah suatu sistem yang dapat  mengindikasi adanya ketidakefisienan operator, atau kegagalan mesin. Sistem log merupakan suatu sistem yang dapat  dipakai untuk mengembangkan  suatu penjadwalan kerja yang efisien.
4)      Analisis penjadwalan : Diperlukan terutama untuk penjadwalan kerja secara efisien berdasarkan  sumber daya  yang diperlukan untuk  setiap pekerjaan, kendala waktu, permintaan masukan/ keluaran  dan adanya  suatu  prioritas terhadap pekerjaan tertentu.
b.      Evaluasi perangkat keras/perangkat lunak baru atau pengganti
Pendekatan yang umum dapat dilakukan  pada evaluasi ini terdiri atas langkah-langkah seperti :
1)      Studi Kelayakan
Merupakan suatu studi yang dilaksanakan untuk penyelidikan sistem yang ada, menilai  kebutuhan  sistem perangkat keras/lunak baru atau pengganti, menilai  biaya efektivitas sistem yangdiusulkan dan menilai  dampak  sistem  yang diusulkan pada organisasi.
2)      Penyiapan spesifikasi dan penawaran
Merupakan suatu daftar  kebutuhan  yang secara spesifik merumuskan apa yang harus dikerjakanoleh sistem perangkat keras/lunak. Sedangkan penawaran adalah diperlukan karena lazimnya  beberapa pensuplai  akan menyampaikan  penawaran-penawaran yang perlu  dipertimbangkan  secara kuantitatif, kualitatif dan subyektif.
c.       Evaluasi Aplikasi Sistem Informasi
Suatu  aplikasi sistem informasi dapat dievaluasi menurut beberapa ukuran, yaitu
1)      Kelayakan teknis (Technical Feasilibility)
Evaluasi kelayakan teknis  menilai apakah  aplikasi sistem  informasi dapat dikerjakan  dengan teknologi  yang tersedia pada organisasi atau perlu  pengadaan baru. Dan jika perlu pengadaan baru  apakah  dapat diperoleh  dengan mudah dan cepat.
2)      Kelayakan ekonomis (Economic Feasibility)
Evaluasi kelayakan ekonomismenilai apakah manfaat aplikasi  sistem informasi melebihi biaya-biaya  yang harus  dikeluarkan  dan apakah sistem  mampu  memberikan  penambahan manfaat.

3)      Kelayakan hukum (Law Feasibility)
Evaluasi  kelayakan hukum menilai apakah  aplikasi sistem informasi layak  dioperasikan tanpa bertentangan dengan batasan hukum yang berlaku. Hal ini penting karena adakalanya  suatu sistem informasi memerlukan  beberapa komponen yang untuk pengadaannya memerlukan pertimbangan hukum terlebih dahulu atau bahkan bertentangan dengan  hukum sehingga teknologi tersebut tidak dapat  diterapkan atau perlu diganti.
4)      Kelayakan jadwal (Schedule Feasibility)
Evaluasi kelayakan jadwal  menilai apakah  aplikasi sistem informasi dapat dioperasikan dalam batasan waktu tertentu yang ditetapkan.
3.      Model Evaluasi SIM
Ada beberapa model yang biasa dan sering digunakan dalam evaluasi SIM, di antaranya adalah:
a.       Technology Acceptance Model (TAM)
Technology Acceptance Model (TAM) Model ini telah banyak dipergunakan dalam penelitian sistem informasi untuk mengetahui reaksi pengguna terhadap sistem informasi.[13] Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Davis pada tahun (1986). Teori ini dikembangkan dari Theory of Reasoned Action atau TRA oleh Ajzen dan Fishbein (1980)
Model ini telah banyak digunakan dalam penelitian sistem informasi untuk mengetahui reaksi pengguna terhadap SIM. Metode TAM ini pertama sekali dikenalkan oleh Davis pada tahun 1989.
TAM adalah teori sistem informasi yang membuat model tentang bagaimana pengguna mau menerima dan menggunakan teknologi. Model ini mengusulkan bahwa ketika pengguna ditawarkan untuk menggunakan suatu sistem yang baru, sejumlah faktor mempengaruhi keputusan mereka tentang bagaimana dan kapan akan menggunakan sistem tersebut, khususnya dalam hal:  usefulness  (pengguna yakin bahwa dengan menggunakan sistem ini akan meningkatkan kinerjanya), ease of use (di mana pengguna yakin bahwa menggunakan sistem ini akan membebaskannya dari kesulitan, dalam artian bahwa sistem ini mudah dalam penggunaannya).[14]
Technology Acceptance Model (TAM) ini mempunyai beberapa kelebihan dan juga kelemahan. Kelebihan TAM adalah, TAM merupakan model perilaku (behavior) yang bermanfaat untuk menjawab pertanyaan mengapa banyak sistem teknologi gagal diterapkan karena pemakainya tidak mempunyai minat (intention) untuk menggunakannya, TAM dibangun dengan dasar teori yang kuat, TAM telah diuji dengan banyak penelitian dan hasilnya sebagian besar mendukung dan menyimpulkan bahwa TAM merupakan model yang baik, yang paling penting adalah model ini merupakan model yang parsimoni (parsimonius) yaitu model yang sederhana dan valid.
Kemudian kekurangan TAM ini antara lain, TAM hanya memberikan informasi atau hasil yang sangat umum saja tentang minat dan perilaku pemakai sistem dalam menerima sistem teknologi informasi, TAM hanya menjelaskan kepercayaan (beliefs) mengapa pemakai mempunyai minat perilaku menggunakan sistem yaitu percaya yang digunakan berguna dan mudah digunakan akan tetapi TAM belum memberikan informasi menjelaskan mengapa pemakai sistem mempunyai kepercayaan-kepercayaan tersebut.[15]
Kegunaan persepsian (Perceived Usefulnes) dan kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use) keduanya mempunyai pengaruh ke minat perilaku (Behavioral Intention). Pemakai teknologi akan mempunyai minat menggunakan teknologi (minat perilaku) jika merasa sistem teknologi bermanfaat dan mudah digunakan.[16]
Kegunaan persepsian (Perceived Usefulnes) juga mempengaruhi kemudahan penggunaan persepsian (Perceived Ease of Use) tetapi tidak sebaliknya. Pemakai sistem akan menggunakan sistem jika sistem bermanfaat baik sistem itu mudah digunakan atau tidak mudah digunakan. Sistem yang sulit digunakan akan tetap digunakan jika pemakai merasa bahwa sistem masih berguna. Model TAM dapat dilihat di gambar berikut ini.


Description: Untitled2.png










b.      End User Computing (EUC) Satisfaction
Dalam lingkup End User Computing, sejumlah studi telah dilakukan untuk meng-capture keseluruhan evaluasi dimana pengguna akhir telah menganggap penggunaan dari suatu sistem informasi (misalnya kepuasan) dan juga faktor-faktor yang membentuk kepuasan ini.
Pengukuran terhadap kepuasan telah mempunyai sejarah yang panjang dalam disiplin ilmu sistem informasi. Dalam lingkup end-user computing, sejumlah studi telah dilakukan untuk meng-capture keseluruhan evaluasi di mana pengguna akhir telah menganggap penggunaan dari suatu sistem informasi misalnya kepuasan) dan juga faktor-faktor yang membentuk kepuasan ini.
Description: Untitled.png












Evaluasi dengan menggunakan model ini lebih menekankan kepuasan (satisfaction) pengguna akhir terhadap aspek teknologi, dengan menilai isi, keakuratan, format, waktu dan kemudahan penggunaan dari sistem.
c.       Task Technology Fit (TIF) Analysis
Inti dari Model Task Technology Fit adalah sebuah konstruk formal yang dikenal sebagai Task-TechnologyFit (TTF), yang merupakan kesesuaian dari kapabilitas teknologi untuk kebutuhan tugas dalam pekerjaan yaitu kemampuan teknologi informasi untuk memberikan dukungan terhadap pekerjaan. Model TTF memiliki 4 konstruk kunci yaitu Task Characteristics, Technology Characteristics, yang bersama-sama mempengaruhi konstruk ketiga TTF yang balik mempengaruhi variabel outcome yaitu Performance atau Utilization. Model TTF menempatkan bahwa teknologi informasi hanya akan digunakan jika fungsi dan manfaatnya tersedia untuk mendukung aktivitas pengguna.
Description: t3.png








d.      Human-Organization-Technology (HOT) Fit Model
Model ini menempatkan komponen penting dalam sistem informasi yakni Manusia (Human), Organisasi (Organization) dan Teknologi (Technology). dan kesesuaian hubungan di antaranya.
Komponen Manusia (Human) menilai sistem informasi dari sisi penggunaan sistem (system use) pada frekwensi dan luasnya fungsi dan penyelidikan sistem informasi. System use juga berhubungan dengan siapa yang menggunakan (who use it), tingkat penggunanya (level of user), pelatihan, pengetahuan, harapan dan sikap menerima (acceptance) atau menolak (resistance) sistem. Komponen ini juga menilai sistem dari aspek kepuasan pengguna (user satisfaction). Kepuasan pengguna adalah keseluruhan evaluasi dari pengalaman pengguna dalam menggunakan sistem informasi dan dampak potensial dari sistem informasi.
User satisfaction dapat dihubungkan dengan persepsi manfaat (usefulness) dan sikap pengguna terhadap sistem informasi yang dipengaruhi oleh karakteristik personal. Komponen organisasi menilai sistem dari aspek struktur dan lingkungan organisasi. Kepemimpinan, dukungan dari top manajemen dan dukungan staf merupakan bagian yang penting dalam mengukur keberhasilan sistem. Sedangkan lingkungan organisasi terdiri dari sumber pembiayaan, pemerintahan,politik, kompetensi, hubungan inetrorganisasional dan komunikasi.
Komponen teknologi terdiri dari kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality) dan kualitas layanan (service quality). Kualitas sistem dalam sistem informasi di institusi pelayanan kesehatan menyangkut keterkaitan fitur dalam sistem termasuk performa sistem dan user interface. Kemudahan penggunaan (ease of use), kemudahan untuk dipelajari (ease of learning), response time, usefulness, ketersediaan, fleksibilitas, dan sekuritas merupakan variabel atau faktor yang dapat dinilai dari kualitas sistem.
Kriteria yang dapat digunakan untuk menilai kualitas informasi antara lain adalah kelengkapan, keakuratan, ketepatan waktu, ketersediaan, relevansi, konsistensi, dan data entry. Sedangkan kualitas layanan berfokus pada keseluruhan dukungan yang diterima oleh service provider sistem atau teknologi. Service quality dapat dinilai dengan kecepatan respon, jaminan, empati dan tindak lanjut layanan.[17]
Sedangkan menurut Cronchbach, Ada beberapa model yang dapat dipakai dalam melakukan evaluasi,diantaranya adalah model UCLA, yang membagi evaluasi ke dalam limamacam berdasarkan kegunaan dari evaluasi tersebut, yaitu:
a.      System assesment, yaitu evaluasi yang memberikan informasi tentangkeadaan atau posisi suatu sistem.
b.      Program planning, yaitu evaluasi yang membantu pemilihan aktivitasdalam program tertentu yang mungkin akan berhasil memenuhikebutuhannya.
c.       Program implementation, yaitu evaluasi yang menyiapkan informasiapakah program sudah diperkenalkan kepada kelompok tertentu yangtepat seperti yang direncanakan.
d.      Program improvement, yaitu evaluasi yang memberikan informasitentang bagaimana program bekerja, bagaimana program berfungsi, danbagaimana mengantisipasi masalah yang dapat mengangu pelaksanaankegiatan.
e.       Program certification, yaitu evaluasi yang memberikan informasimengenai nilai atau manfaat program.[18]

C.    Perhitungan Manfaat dan Biaya SIM
1.      Penghitungan Manfaat Aplikasi SIM Secara Kuantitatif
Nilai suatu aplikasi SIM dapat bersifat ekonomis dan non ekonomis.Manfaat ekonomis adalah manfaat yang menyebabkan perbaikan dalam penghasilan atau memperkecil biaya.Sedangkan manfaat non ekonomis adalah berhubungan dengan mutu hidup manusia.Manfaat nonekonomis cenderung lebih sulit untuk diukur karena sangat sulit untuk memperkirakan seberapa besar angka manfaat yang berhasil diperoleh dari penerapan.
Nilai suatu aplikasi SIM dapat bersifat :
a.       Ekonomis, manfaat ekonomis adalah manfaat yang menyebabkan perbaikan dalam penghasilan atau memperkecil biaya
b.      Non Ekonomis, manfaat non ekonomis adalah berhubungan dengan mutu hidup manusia cenderung lebih sulit untuk diukur karena sangat sulit untuk memperkirakan seberapa besar angka manfaat yang berhasil diperoleh dari penerapan aplikasi sistem informasi.
Dua pendekatan metoda dapat membantu dalam penghitungan ini, yaitu melalui:
a.       Metode perkiraan langsung atas nilai aplikasi oleh pihak-pihak yang paham tentang SIM
b.      Metode biaya kurang/lebih dari angka pihak-pihak yang paham tentang SIM
Dalam kenyataannya, metoda biaya kurang dari/lebih dari angka tertentu yang ditetapkan mampu memberikan hasil yang lebih baik daripada metoda pertama.Hal ini dikarenakan perkiraan angkanya cenderung lebih akurat. Sedangkan dalam metoda pertama cenderung sembarangan karena setiap individu yang menilai tidak mempunyai dasar yang sama yaitu tergantung dari pengalaman masing-masing pada masa lampau.

2.      Analisis Biaya Manfaat Dari Alternatif Desain SIM
Analisis biaya/manfaat dari alternatif desain suatu sistem informasi pada umumnya dilakukan atas dasar suatu kompromi.Kompromi yang dimaksud meliputi pilihan desain yang harus dilakukan, dan ukuran dalam analisis biaya manfaat yang harus disampaikan pada pimpinan/manajemen untuk pembuatan ke-putusan. Beberapa masalah yang berhubungan dengan pemilihan desain sistem informasi adalah sebagai berikut:
a.       Waktu tanggapan
Waktu tanggapan adalah adalah waktu yang diperlukan bagi system informasi untuk menanggapi kebutuhan- kebutuhan informasi bagi para pemakai.Kebutuhan-kebutuhan yang dimaksud adalah meliputi kebutuhan pengolahan transaksi, peremajaan basis data, dan pencarian dan penampilan kembali suatu data yang diperlukan.
b.      Perincian tampilan
Kompromi dalam perincian tampilan meliputi penyajian berupa:
1)      Laporan tercetak di kertas atau di layar terminal
2)      Laporan terperinci atau ikhtisar/ringkasan
3)      Laporan yang memuat analisis mendalam untuk memperoleh perincian atau laporan teragregasi.
c.       Mutu data
Pada umumnya pemakai akan lebih mementingkan mutu data yang disajikan daripada kuantitasnya. Hal ini sebenarnya cenderung merupakan kompromi saja.[19]









BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen adalah mendefinisikan seberapa baik SIM dapat beroperasi pada organisasi yang menerapkannya untuk memperbaiki prestasi di masa mendatang.
Evaluasi  fungsi SIM  adalah meliputi :
1.      Evaluasi sistem perangkat keras/perangkat lunak yang masih berlaku
2.      Evaluasi sistem perangkat keras/perangkat lunak baru atau pengganti
3.      Evaluasi aplikasi SIM
Model Evaluasi SIM diantaranya adalah :
1.      Technology Acceptance Model (TAM)
2.      End User Computing (EUC) Satisfaction
3.      Task Technology Fit (TIF) Analysis
4.      Human-Organization-Technology (HOT) Fit Model
Penghitungan  Manfaat Aplikasi SIM secara Kuantitatif. Nilai  suatu aplikasi SIM dapat bersifat :Ekonomis dan Non Ekonomis
Analisis biaya manfaat dari alternatif desain SIM
a.       Analisis biaya manfaat dari alternatif desain suatu sistem informasi pada umumnya  dilakukan  atas dasar suatu kompromi.
b.       Kompromi yang dimaksud  meliputi  pilihan desain yang harus dilakukan dan ukuran  dalam analisis biaya manfaat yang harus  disampaikan pada pimpinan/manajemen untuk pembuatan keputusan.





[1] Davis, Gordon. B, Kerangka dasar Sistem Informasi Manajemen Bagian I Pengantar,(Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo, 1993), hal: 6
[2]Jogiyanto, Sistem Informasi Berbasis Komputer Edisi 2: Konsep Dasar dan Komponen, (Yogyakarta : BPFE, 1997),hal : 01
[3]Ibid, hal. 25
[4]Davis, Sistem Informasi Manajemen, (Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo, 2002), hal: 34
[5]Robert G. Murdick, Sistem Informasi Uuntuk Mnaajemen Modern,(Jakarta: Salemba Empat, 2002), hal: 16
[6] Ibid, hal: 2
[7]Davis, Sistem Informasi Manajemen, (Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo, 2002), hal: 7
[8]Whitten, Bentley, Barlow, System Analysis and Design Methods; sixth edition,(USA: Irwin; Boston, 200), hal : 25
[9]Project Review and Objective Evaluation for Electronic Patient and Health Record Project; UK Institute of Health Informatics; www.nhsia.nhs.uk/erdip: November 2014
[10]Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. 2002. Hal. 30
[11]Asep Jalaludin, Modul Sistem Infomasi Manajemen, SIM-sevz@2007 12
[12]Ibid,hal
[13] Landry. B. J. L., Griffeth R., & Hartman s. (2006) Measuring Student Preceptions Of Balckboard Using The Technology Acceptance Model. Decision Sciencies Journal Innovative Education Volume 4 Number 1 Januari 2006 Printed in the U.S.A available From :<http://www.blackwell_sinergy.com>[Accessed 24 November  2014
[14] Furneaux, B. (2006a) Theories Used in IS Research: Technology Acceptance Model. Available from: <http://www.istheory.yorku.ca> [Accessed 22 November 2014]
[15] Jogiyanto, Sistem Informasi Keperilakuan, Yogyakarta: Penerbit Andi Offset, 2007),hal: 43
[16] Ibid, hal 43
[17]http://SIMKES UGM 06 blog  Sistem Informasi _ Blog sistem informasi manajemen kesehatan.html
[18]Cronchbach at.al.; Toward Reform of Program Evaluation; San Francisco; Jessey Bass; 1980), hal: 35
                [19]Sutanta, Edy, Sistem Informasi Managemen ; Edisi Pertama, (Yogyakarta Graha Ilmu, 2003), hal: 28

Tidak ada komentar:

Posting Komentar